Allan Nairn: Munir Target Operasi BIN

Nama A.M. Hendropriyono disebut dalam dokumen rahasia terlibat kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Hal ini diungkap jurnalis investigatif Allan Nairn di situsnya allannairn.org

NASIONAL

Selasa, 25 Nov 2014 09:34 WIB

Author

Antonius Eko

Allan Nairn: Munir Target Operasi BIN

allan nairn, hendropriyono, munir, pelanggaran HAM

Nama  A.M. Hendropriyono disebut dalam dokumen rahasia terlibat kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Hal ini diungkap jurnalis investigatif Allan Nairn di situsnya allannairn.org


Kata Allan, laporan tim pencari fakta bentukan pemerintah menyebut bahwa Munir adalah target operasi dari Badan Intelejen Negara (BIN) yang dipimpin oleh Hendro. Operasi tersebut termasuk ‘tindakan teror’ yang mencapai puncaknya pada aksi pembunuhan yang direncanakan dengan sangat baik. 


Di saat yang sama, dokumen lain muncul ke permukaan yang menyebut keterlibatan wakil Hendro, As’ad, dalam menempatkan anggota BIN untuk membunuh Munir dengan memberikan racun arsenik. 


Allan mengaku pernah bicara dengan Munir pada 5 April 2002. Saat itu Munir menyebut Hendro, seperti jenderal dukungan AS lainnya Wiranto, pernah menugaskan sekelompok orang itu menyerangnya. 


Pengakuan ini sejalan dengan laporan rahasia yang menemukan bahwa Munir, sejak 2002, menjadi target operasi BIN dan operasi terhadapnya termasuk ‘aksi teror’ yang berujung pada pembunuhan. 


As’ad juga pernah mengaku pada Allan pada 27 Mei 2010, bahwa dia dan BIN bekerja sama dengan dokter bernama Irawan (As’ad bahkan memberikan nomor kontak dokter itu dan mengatakan bahwa Irawan tengah berada di Aceh), yang merupakan bekas anggota Kopassus dan sangat ahli dalam urusan racun. 


Laporan yang diterima AS menyebut bahwa penyelidik kepolisian menemukan dugaan bahwa Irawan mengembangkan racun arsenik untuk membunuh Munir. Sementara dokumen BIN menunjukkan bahwa dokter, yang cocok dengan ciri-ciri Irawan, hadir dalam rapat BIN yang dipimpin Hendropriyono. Dalam rapat itu disepakati bahwa Munir akan dihabisi dengan racun di makanan atau minuman. 


Saat Allan bertemu Hendro pada 16 Oktober 2014, Hendro mengaku bertanggung jawab secara komando atas pembunuhan Munir. Namun dia membantah telah memerintahkan pembunuhan itu. (allannairn.org) 


Selengkapnya: Liputan Khusus Allan Nairn

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Menguasai Manajemen Amarah

Kabar Baru Jam 7

Wacana Jokowi Presiden 3 Periode

Kabar Baru Jam 8

Denda PPKM Mikro Bisa Redam Pelanggaran Prokes?