covid-19

'Saya Ingatkan Jaksa Agung Prasetyo Tidak Bermain Politik'

KBR, Jakarta - Komisi Kejaksaan menilai latar belakang HM Prasetyo sebagai politikus, dapat menyulitkannya dalam penuntasan kasus-kasus di Kejaksaan Agung. Anggota DPR dari partai Nasdem itu terpilih sebagai Jaksa Agung dan akan dilantik presiden hari ini

NASIONAL

Kamis, 20 Nov 2014 16:31 WIB

Author

Dimas Rizki

'Saya Ingatkan Jaksa Agung Prasetyo Tidak Bermain Politik'

jaksa agung, jokowi

KBR, Jakarta - Komisi Kejaksaan menilai latar belakang HM Prasetyo sebagai politikus, dapat menyulitkannya dalam penuntasan kasus-kasus di Kejaksaan Agung. Anggota DPR dari partai Nasdem itu terpilih sebagai Jaksa Agung dan akan dilantik presiden hari ini.

Ketua Komisi Kejaksaan, Halius Hosen mengatakan Prasetyo bisa tersandera kepentingan politik dalam mengusut kasus-kasus hukum. Akibatnya kasus-kasus tersebut bisa mandeg atau bahkan ditutup.

"Saya ingatkan Prasetyo agar tidak bermain politik," begitu kata Halius saat berbincang dengan KBR, Kamis (20/11).

Halius memperingatkan jika Prasetyo menghadapi risiko besar jika tetap nakal main mata dengan koleganya di partai politik. Sebab saat ini kinerja Kejaksaan Agung dilirik masyarakat.

"Karena masyarakat sangat teliti, cermat, antuasias untuk menyimak dengan baik kiprahnya sebagai Jaksa Agung sebagai orang yang diharapkan yang profesional, adil dan bisa membawa gerbong Kejaksaan sebagai gerbong utama penegakan hukum di era Jokowi," kata dia.

Sebagai Jaksa Agung, Prasetyo ini termasuk mempunyai banyak catatan hitam semasa dirinya bertugas di korps Kejaksaan Agung. Saat ini pria berkumis itu menjadi anggota DPR periode 2014-2019 Dapil Jawa Tengah II yang meliputi daerah pemilihan Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Kudus.

Prasetyo dilantik Presiden Jokowi, Kamis (20/11) siang di Istana Negara Jakarta. Dalam bursa pemilihan Kajagung, sejumlah tokoh digadang-gadang menjadi kandidat. Ada yang dari dalam Kejagung dan luar Kejagung. Sebut saja Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung Andhi Nirwanto. Namun ternyata Andi tidak membuat Jokowi meliriknya.

Dilansir dari berbagai sumber, Prasetyo tahun 1947. Dia memang pernah meniti karier di Kejaksaan Agung. Dimulai menjadi Kepala Bagian Personalia di Bengkulu, Kajari Wamena (1979-1980), Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (1998-1998), Direktur Politik pada JAM Inteljen (1998-1999), Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (2003-2005). Terakhir dia menjadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (2005-2006). Di berbagai sumber menyebutkan tidak ada prestasi menonjol dari pria asal Tuban, Jawa Timur itu.

Sejumlah kasus 'haram' diduga membelit Prasetyo. Saat menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT tahun 1999 - 2000, dia terseret kasus korupsi penjualan kayu cendana. Dia juga duga terlibat dalam kasus kredit Ketum Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Bank Mandiri senilai Rp 160 miliar kepada PT Cipta Graha Nusantara (CGN). Kredit itu diduga bermasalah. sejumlah dana itu diduga mengalir ke rekening Metro TV.

Ada lagi, Prasetyo juga diduga terlibat kasus kredit macet senilai lebih dari Rp 1 triliun. Dalam kasus ini mantan Direktur Utama Bank Mandiri E.C.W. Neloe telah ditahan kejaksaan. Kejaksaan juga menahan mantan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri I Wayan Pugeg dan mantan Direktur Corporate Banking M. Soleh Tasripan.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7