Walhi: Perusahaan Tambang Australia Rusak Lingkungan Indonesia

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menuding perusahaan tambang asal Australia kerap menabrak peraturan saat melakukan eksplorasi di Indonesia. Perusahaan itu antara lain BHP Billiton yang beropreasi di Kalimantan tanpa memperhatikan dampak eksplorasi terhada

NASIONAL

Jumat, 15 Nov 2013 15:17 WIB

Author

Sindu Dharmawan

Walhi: Perusahaan Tambang Australia Rusak Lingkungan Indonesia

walhi, perusahaan tambang, australia, lingkungan

KBR68H,Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menuding perusahaan tambang asal Australia kerap menabrak peraturan saat melakukan eksplorasi di Indonesia. Perusahaan itu antara lain BHP Billiton yang beroperasi di Kalimantan tanpa memperhatikan dampak eksplorasi terhadap lingkungan. 


Hal itu disampaikan Walhi dalam kampanye di negeri kangguru bersama LSM lingkungan setempat, pekan ini. Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye Walhi, Nurhidayati berharap, kampanye tersebut publik dan Pemerintah Australia mengevaluasi kinerja perusahaan tambang tersebut.


“Investasi perusahaan-perusahaan Australia di Indonesia terutama sekali perusahaan pertambangan yang cukup membawa dampak yang merugikan bagi lingkungan dan masyarakat di Indonesia. Jadi, kami ada dari Kalimantan Tengah, dan satu orang dari eksekutif Nasional Walhi melakukan kampanye bersama dengan jaringan kami Friends Of The Earth Australia. Ini sebenarnya memberikan pemahaman kepada publik di Australia tentang dampak dari operasi perusahaan Australia di Indonesia,” terang Nurhidayati kepada KBR68H, Jumat (15/11).


Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye Walhi, Nurhidayati menambahkan, akibat aktivitas perusahaan tambang Australia itu, lingkungan dan masyarakat di wilayah pertambangan terancam dampak limbah dan zat kimia lain. 


Kata dia, kampanye yang dilakukan di Australia lebih banyak disampaikan ke publik. Pekan ini, kampanye itu diperkirakan akan berakhir. 


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pengelolaan Sisa Anggaran Lebih Kembali Disorot

Kabar Baru Jam 15

Bagaimana Pengaturan Sistem Zonasi? Apa Manfaatnya?