Menlu: Jangan Diremehkan, Kita Sangat Terganggu dengan Penyadapan Ini

KBR68H, Jakarta - Pemerintah Indonesia menarik Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema. Penarikan ini menyusul dugaan penyadapan yang dilakukan pemerintah Australia terhadap Presiden SBY dan sejumlah pejabat Indonesia.

NASIONAL

Senin, 18 Nov 2013 18:08 WIB

Author

Danu Mahardika

Menlu: Jangan Diremehkan, Kita Sangat Terganggu dengan Penyadapan Ini

penyadapan, australia, menteri luar negeri

KBR68H, Jakarta - Pemerintah Indonesia menarik Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema. Penarikan ini menyusul dugaan penyadapan yang dilakukan pemerintah Australia terhadap Presiden SBY dan sejumlah pejabat Indonesia.

Menteri Luar negeri, Marty Natalegawa mengatakan, penarikan itu sebagai protes Indonesia terhadap penyadapan. Dia mendesak Pemerintah Australia segera memberikan keterangan resmi soal penyadapan ini.

"Jangan diremehkan, jangan dikecilkan sikap kita yang sangat terganggu dengan pemberitaan ini. Karena kita dalam posisi yang betul. Kita meminta Pemerintah Australia untuk memahami. Dan kita sudah mengambil langkah-langkah langsung. Saya lapor Presiden, beliau memberikan instruksi, langsung panggil Dubes kita di Canberra suruh ke Jakarta," ujarnya di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (18/11)

Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa menambahkan, jika Pemerintah Australia tidak segera merespon masalah ini, Indonesia akan mengkaji ulang kerjasama intelejen dengan Negeri Kangguru itu.

Sebelumnya kantor media asing Australia ABC dan harian The Guardian menerbitkan laporan tentang penyadapan badan intelejen Australia terhadap para pejabat Indonesia. Dalam laporan tersebut diungkapkan pihak Australia berhasil menyadap telepon seluler milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Istri Presiden Ani Yudhoyono, Wapres Boediono dan sejumlah menteri.


Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Transformasi Transportasi, Menggunakan Moda yang Cerdas dan Bersih (Bagian 2)

Gagal Lepas Kalung Ban dari Leher Buaya, Ahli Reptil Australia Pulang Kampung

Kabar Baru Jam 10

Siap-siap, Pemerintah Berencana Obral Diskon buat Wisatawan