IDI Desak MA Percepat Putusan PK soal Kasus Malpraktik

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengancam akan mengerahkan anggotanya untuk berunjuk rasa dalam skala lebih besar jika Mahkamah Agung tidak memenuhi tuntutan mereka. Salah satu tuntutan, IDI meminta Mahkamah Agung mempercepat putusan Pengajuan Kembali atau

NASIONAL

Rabu, 27 Nov 2013 14:13 WIB

Author

Ade Irmansyah

IDI Desak MA Percepat Putusan PK soal Kasus Malpraktik

IDI, MA, PK, Malpraktik

KBR68H, Jakarta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengancam akan mengerahkan anggotanya untuk berunjuk rasa dalam skala lebih besar jika Mahkamah Agung tidak memenuhi tuntutan mereka. Salah satu tuntutan, IDI meminta Mahkamah Agung mempercepat putusan Pengajuan Kembali atau PK kasus pidana yang menimpa dokter Dewa Ayu dan dua rekannya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia IDI, Zainal Abidin mengatakan, pembebasan ketiga dokter yang ditahan di Manado dan pembersihan nama baiknya, juga merupakan hal yang tidak bisa ditawar dan harus dipenuhi MA.

“Baru saja kami keluar dari ruangan Mahkamah Agung yang diterima oleh Panitera Mahkamah Agung. Kami telah menyampaikan tentang tuntutan dari para dokter Indonesia. Ada dua poin yang kami sampaikan. Yang pertama, meminta supaya Mahkamah Agung dapat mempercepat putusan PK dari ketiga sejawat kita yang ditahan di Manado. Yang kedua, meminta putusan PK dapat dilakukan dengan seadil-adilnya yang kemudian dapat membebaskan dr Dewa Ayu dan kawan-kawannya di Manado, yang merupakan juga sejawat kita semuanya," ujar Zainal kepada wartawan setelah keluar dari Gedung Mahkamah Agung., Rabu (27/11).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Zainal Abidin menambahkan, penahanan ketiga rekannya merupakan kriminalisasi penegak hukum terhadap profesi dokter. Kata dia, jika hal tersebut terus terjadi, maka akan terjadi ketakutan di kalangan dokter saat mengobati pasien.

Sejak pagi tadi, ratusan dokter mengelar aksi damai di depan gedung Mahkamah Agung. Mereka menuntut pembebasan ketiga rekannya yang ditahan akibat dugaan malpraktik.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada