IDI: Dokter Jaga di RS dan Puskemas Tak Ikut Aksi Solidaritas

KBR68H, Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memastikan aksi solidaritas dokter di seluruh wilayah Indonesia hari ini tidak akan mengganggu pelayanan masyarakat.

NASIONAL

Rabu, 27 Nov 2013 10:13 WIB

Author

Nur Azizah

IDI: Dokter Jaga di RS dan Puskemas Tak Ikut Aksi Solidaritas

dokter jaga, puskesmas, aksi solidaritas, IDI

KBR68H, Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memastikan aksi solidaritas dokter di seluruh wilayah Indonesia hari ini tidak akan mengganggu pelayanan masyarakat. Aksi tersebut di bawah koordinasi IDI. Ketua Umum IDI Zainal Abidin mengklaim aksi nasional para dokter tidak melibatkan dokter jaga di semua rumah sakit, termasuk Puskesmas. Tapi, kata Zainal, pihaknya akan menunda operasi yang tidak membutuhkan tindakan medis segera.

"IDI cabang dan IDI wilayah telah mengatur dokter dokter yang jaga atau bekerja di UGD (Gawat Darurat) tetap standby di situ. Dan kemudian yang di ICU juga tetap stand by. Atau kemudian ada pasien yang harus segera dioperasi, akan tetap kita operasi hari ini. Jadi tidak perlu dikhawatirkan ada yang ditelantarkan. Bahwa nanti ada yang ditunda pelayanannya ya itu memang kita minta maaf dan kita mengharapkan itu masih bisa dilayani besok," ungkap Zainal Abidin dalam program Sarapan Pagi KBR68H, Rabu (27/11).

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia Zainal Abidin menambahkan, para dokter akan berkumpul di satu titik untuk berdoa dan menyerukan protes atas nasib yang menimpa rekan mereka dr Ayu Sasirany. Dokter Ayu Sasirany kini dipenjara karena diduga melakukan malpraktik saat bekerja.

Aksi solidaritas dokter di Jakarta akan dilakukan di Tugu Proklamasi, Bundaran HI dan Mahkamah Agung. IDI dan perwakilan dokter lainnya akan menemui Wakil Ketua Mahkamah Agung untuk meminta pembebasan dr Ayu yang merupakan dokter spesialis kandungan.

Editor: Doddy Rosadi


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?