BSN: Tak Semua Produk Wajib SNI

Badan Standardisasi Nasional (BSN) mencatat produk-produk yang belum bersertifikat SNI karena sifat pemberlakuannya sukarela.

NASIONAL

Rabu, 13 Nov 2013 08:34 WIB

Author

Muhammad Irham

BSN: Tak Semua Produk Wajib SNI

BSN, SNI, produk

KBR68H, Jakarta - Badan Standardisasi Nasional (BSN) mencatat produk-produk yang belum bersertifikat SNI karena sifat pemberlakuannya sukarela. 


Kepala Pusat Sistem Penerapan Standar BSN, Kukuh S. Achmad mengatakan, kewajiban SNI hanya berlaku untuk produk-produk yang menyangkut persoalan keselamatan, keamanan dan kesehatan. Kata dia, kementerian terkait yang mewajibkan produk tersebut untuk disertifikasi SNI.


"Dari sekitar kita punya SNI 9000 sekian, yang aktif itu 7600an. Itu yang berkaitan dengan K3L, cukup banyak. Tapi yang saat ini diwajibkan kementerian itu cuma 260 SNI. Di antaranya SNI yang berkaitan dengan produk tadi, kelistrikan dan elektronika," kata Kukuh dalam program Sarapan Pagi KBR68H.


Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indonesia mengungkap dari 8 ribu produk yang ada di Indonesia, baru sekitar 900 produk yang sudah memiliki SNI. Produk-produk ilegal atau yang belum memiliki SNI itu diperoleh dari pasar tradisional atau pasar modern. 


Meski demikian, Kemendag tidak tinggal diam dan kini tengah melakukan pengawasan produk. Dari 307 produk, 72 persen di antaranya merupakan produk impor yang didominasi produk-produk elektronika dan alat listrik, dan 21 persen sisanya merupakan hasil produk dalam negeri.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 7