BSN: Produk Tak Ber-SNI, Konsumen Dirugikan

Badan Standarisasi Nasional (BSN) mengklaim lebih dari 50 persen produk dari berbagai sektor belum bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

NASIONAL

Selasa, 12 Nov 2013 20:03 WIB

Author

Ade Irmansyah

BSN: Produk Tak Ber-SNI, Konsumen Dirugikan

BSN, SNI, Konsumen

KBR68H, Jakarta– Badan Standarisasi Nasional (BSN) mengklaim lebih dari 50 persen produk dari berbagai sektor belum bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Deputi Bidang Penerapan Standar dan Akreditasi BSN, Suprapto mengatakan, produk-produk alat kesehatan dan obat-obat, industri otomotif dan industri elektronik menjadi penyumbang utama produk nasional yang belum tersertifikasi SNI.

Kata dia itu terjadi lantaran lembaga dan instansi terkait produk tersebut belum memiliki standar yang jelas, semisal soal regulasi.

“Kalau untuk ASEAN kan kita elektronik sudah merambah ke harmonisasi regulasi, untuk elektronik majulah, meski ada beberapa dari elektronik yang mesti disiapkan standarnya, ada yang harus di siapkan regulasinya. Nah pembahasan sekarang ada dari dunia otomotif, jadi memang tingkatannya berbeda-beda, jadi yang lebih utama lagi adalah medical device, yaitu alat-alat kesehatan, karena alat-alat kesehatan di kita harus diperhatikan”, ujarnya kepada wartawan di Hotel Bidakara Jakarta.

Suprapto menghimbau agar kementerian dan lembaga terkait fokus membuat standar pada produk-produk dalam waktu dekat. Pasalnya kata dia, semakin lama hal ini belum terselesaikan, maka semakin merugikan konsumen.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 7