Bagikan:

Wapres Dorong Ekonomi Syariah Masuk Kurikulum Pesantren

Wakil Presiden Ma'ruf Amin berpendapat penguatan pada sektor perekonomian syariah dapat dilakukan jika ilmu mengenai ekonomi dan keuangan syariah menjadi kurikulum.

NASIONAL

Jumat, 07 Okt 2022 11:14 WIB

ekonomi syariah

Warga menghadiri pameran Festival Ekonomi Syariah Jawa 2022 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/9/2022). (Foto: ANTARA/Didik Suhartono)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin terus mendorong agar ekonomi dan keuangan syariah masuk ke dalam kurikulum pendidikan, khususnya pesantren.

Menurut Wakil Presiden, jika ekonomi dan keuangan syariah masuk kurikulum pesantren maka akan bisa memberikan pemahaman mengenai ekonomi syariah sedini mungkin.

"Pemberdayaan ekonomi syariah berbasis pesantren yang telah berjalan, perlu terus kita majukan. Selain dapat meningkatkan pasokan pangan dan komoditas nasional, ekonomi pesantren juga mampu menembus pasar ekspor. Oleh karenanya pesantren di seluruh pelosok negeri harus terus kita dorong untuk menggalakan kegiatan dan pembelajaran di bidang ekonomi dan keuangan syariah di dalam kurikulumnya," kata Ma'ruf saat membuka Indonesia Sharia Economy Festival di Jakarta Convention Center, Kamis (6/10/2022).

Baca juga:


Wakil Presiden Ma'ruf Amin berpendapat penguatan pada sektor perekonomian syariah dapat dilakukan jika ilmu mengenai ekonomi dan keuangan syariah menjadi kurikulum.

Ia berharap dengan adanya penguatan itu, maka sektor ekonomi syariah dapat bergerak mulai dari akar rumput hingga pembuat kebijakan. 

Termasuk juga pada pengusaha, baik usaha mikro hingga pengusaha besar. Lebih jauh lagi, dapat mendukung stabilitas nasional ke depannya.

"Ekonomi syariah juga dapat diandalkan untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan karena bertumpu pada sektor riil sehingga berperan penting dalam pengamanan pasokan nasional," lanjutnya.

Ia menjelaskan misalnya dana sosial syariah, itu menjadi salah satu pilar ekonomi dan keuangan syariah yang membantu pemerintah menjaga daya beli masyarakat.

Maruf mengatakan baik zakat, infak, sedekah, maupun wakaf, seluruhnya menjadi instrumen yang efektif untuk pemberdayaan ekonomi, yang harapannya dapat mengentaskan kemiskinan serta ketimpangan sosial-ekonomi di tanah air.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kiprah dan Harapan Satu Abad NU

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending