Bagikan:

Tinjau Kanjuruhan, Jokowi: Masalahnya ada di Pintu yang Terkunci

Tetapi sebagai gambaran tadi saya melihat, bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci.

NASIONAL

Rabu, 05 Okt 2022 18:41 WIB

Tinjau Kanjuruhan, Jokowi: Masalahnya ada di Pintu yang Terkunci

Presiden Joko Widodo (kiri) meninjau lokasi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Rabu (5/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengungkapkan sejumlah temuan yang ia dapatkan usai meninjau Stadion Kanjuruhan, Malang. Menurutnya, pintu yang terkunci menjadi salah satu masalah. Namun kata dia, temuan itu akan diinvestigasi oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

"Tetapi sebagai gambaran tadi saya melihat, bahwa problem-nya ada di pintu yang terkunci. Dan juga tangga yang terlalu tajam. Ditambah kepanikan yang ada. Tetapi itu saya hanya melihat lapangannya. Tetapi nanti semuanya akan disimpulkan oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta," kata Jokowi usai meninjau Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (5/10/22).

Baca juga:

Jokowi menargetkan hasil investigasi TGIPF rampung kurang dari sebulan. Dia juga memerintahkan agar seluruh bangunan stadion diaudit oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Karena kalau kita lihat di GBK dengan penonton 80 ribu orang, dibuka 15 menit semuanya sudah bisa keluar. Sama. Saya kira standar-standar itu yang harus kita miliki," tambahnya.

Jokowi juga mendorong semua pihak melakukan evaluasi total terkait manajemen pertandingan sepak bola.

Kepala Negara mengklaim, FIFA telah menyatakan kesanggupannya untuk membantu perbaikan tata kelola persepakbolaan di Indonesia.

“Dan pada saat saya berbicara hari Senin dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, beliau menyampaikan, FIFA siap membantu memperbaiki manajemen sepak bola Indonesia," ujarnya.

Baca juga:

"Saya kira kita memang perlu evaluasi total semuanya baik manajemen pertandingan manajemen stadion, manajemen penonton, manajemen waktu, manajemen pengamanan. Semuanya harus dievalusi total agar peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan tidak terjadi lagi," harapnya.

Hingga hari ini, jumlah korban tewas dalam tragedi Kanjuruhan mencapai 131 orang. Penyemprotan gas air mata ditengarai menjadi penyebab banyaknya orang meregang nyawa.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Kabar Baru Jam 8

Kick Off Seminar: Jurnalisme di bawah Kepungan/Tekanan Digital

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending