Bagikan:

TGIPF Minta Elit PSSI Mundur, Menpora Tolak Intervensi

Salah satu rekomendasi yang dikeluarkan TGIPF adalah agar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule beserta seluruh jajaran Komite Eksekutif PSSI mengundurkan diri.

NASIONAL

Senin, 17 Okt 2022 15:02 WIB

TGIPF Minta Elit PSSI Mundur, Menpora Tolak Intervensi

Logo PSSI. Foto: PSSI.org

KBR, Jakarta- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan, pemerintah tidak akan mencampuri urusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Urusan yang dimaksud Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, yakni terkait rekomendasi yang diberikan oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) terkait Tragedi Kanjuruhan, Malang.

Salah satu rekomendasi yang dikeluarkan TGIPF adalah agar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule beserta seluruh jajaran Komite Eksekutif PSSI mengundurkan diri.

"Urusan sepak bola, urusan PSSI itu tentu ada di atasnya FIFA. Kita tidak akan masuk, arahan Pak Presiden kemarin jelas, bahwa nanti beliau akan ketemu presiden FIFA mendiskusikan berbagai hal. Tetapi, sekali lagi pemerintah tidak akan intervensi," ujar Amali saat konferensi pers di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu malam,(15/10/2022).

Alasan Menpora

Amali menegaskan bahwa pemerintah tak bisa mengintervensi PSSI. Sebab, tragedi Kanjuruhan menjadi urusan PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional. Sedangkan PSSI di bawah naungan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).

Salah satu alasan pemerintah tidak mengintervensi karena pengalaman sebelumnya, tepatnya pada 2015, saat itu FIFA menjatuhkan sanksi lantaran ada intervensi ketika terjadi kisruh PSSI.

Bentuk sanksinya ialah pencabutan keanggotaan PSSI, dan larangan timnas maupun klub Indonesia berkompetisi di bawah naungan FIFA dan AFC

Rekomendasi TGIPF

Sebelumnya, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan memberi rekomendasi agar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule dan pengurus PSSI mundur dalam laporan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rekomendasi itu tertuang dalam poin lima kesimpulan Tragedi Kanjuruhan yang dipimpin Menko Polhukam Mahfud MD. Laporan rekomendasi itu diserahkan TGIPF ke Presiden Jokowi pada Jumat siang, 14 Oktober 2022.

TGIPF adalah tim yang dibentuk Presiden Joko Widodo untuk mencari, menemukan, dan mengungkap fakta terkait tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu, 01 Oktober 2022.

132 Korban Meninggal

Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang terjadi usai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 yang mempertemukan Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Pertandingan itu berakhir dengan kekalahan Singo Edan di kandang sendiri dengan skor 2-3. Usai kekalahan itu, para suporter turun ke lapangan, dan kemudian diadang aparat keamanan, yang disertai tembakan gas air mata ke arah penonton, dan ke tribun.

Gas air mata itu diduga menjadi memicu kepanikan dari para penonton, sehingga membuat mereka panik berebut keluar stadion.

Kepanikan akibat gas air mata, membuat ratusan penonton terinjak-injak, sesak napas, dan meninggal.

Tercatat, 132 orang meninggal akibat tragedi tersebut. Sedangkan korban luka-luka sebanyak 583 orang, terdiri atas luka ringan 511, luka sedang 46, dan luka berat 26 orang.

Baca juga:

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending