Bagikan:

Terserang Virus Kerdil, Ratusan Hektare Padi di Ngawi Terancam Gagal Panen

Banyak petani di Ngawi yang tidak mengetahui gejala hama virus kerdil. Sehingga lambat dalam memberi penanganan.

NASIONAL

Senin, 24 Okt 2022 16:31 WIB

Terserang Virus Kerdil, Ratusan Hektare Padi di Ngawi Terancam Gagal Panen

Petani mengecek padi rawa di lahan sawah Desa Pilang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Sabtu (8/10/2022). ANTARA/Makna Zaezar

KBR, Ngawi – Sekitar 150 hektare tanaman padi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terancam gagal panen karena terserang virus kerdil. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi Supardi mengatakan, banyak petani di Ngawi tidak tahu gejala hama virus kerdil. Sehingga lambat dalam memberi penanganan.

“Padi yang diserang ini padi yang menanamnya waktu awal. Petani juga tidak mengerti, jadi 0 sampai 25 itu bagus setelah itu tidak bisa bertumbuh,” ujar Kepala Pertanian Kabupaten Ngawi Supardi ditemui di ruang kerjanya Senin (24/10/2022).

Supardi menjelaskan, padi yang terserang virus kerdil tumbuh normal pada masa awal tanam. Namun pada usia 25 hari, daun padi mulai berubah kuning dan tidak bisa tumbuh normal.

Baca juga:

Virus kerdil disebabkan pola tanam petani yang sepanjang tahun menanam padi serta varitas padi yang kurang bagus. Anomali cuaca juga menjadi penyebab tanaman padi petani di Ngawi terserang virus kerdil.

“Menanamnya itu jangan padi terus, jadi satu musim tanam itu harus diselingi jangan padi, fungsinya untuk memutus mata rantai hama seperti wereng dan sebagainya,” imbuhnya.

Dinas pertanian Kabuaten Ngawi memastikan virus kerdil tidak akan mempengaruhi produktivitas tanaman padi di daerahnya. Dinas pertanian masih memperbaiki struktur tanah melalui pemberian pupuk orgnik.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Episode 2: Apa yang Bisa dilakukan Media dalam Kampanye Pencegahan Kekerasan Seksual?

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending