Bagikan:

Rekomendasi LPSK atas Tragedi Kanjuruhan

Memberikan jaminan keamanan kepada para saksi dan korban

NASIONAL

Kamis, 13 Okt 2022 20:23 WIB

Author

Muthia Kusuma

Rekomendasi LPSK atas Tragedi Kanjuruhan

Seorang suporter Arema FC berdoa di depan pintu tribun 12 Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

KBR, Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyampaikan enam poin rekomendasi atas tragedi Kanjuruhan 1 Oktober lalu. Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, rekomendasi pertama adalah memberikan jaminan keamanan kepada para saksi dan korban. Sehingga ada kepercayaan untuk mengungkap peristiwa yang menewaskan 132 orang tersebut.

Hasto menegaskan, para korban memiliki hak untuk mengajukan restitusi atas peristiwa pidana yang mengakibatkan kerugian.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, Puluhan Orang Mengajukan Perlindungan ke LPSK

LPSK juga merekomendasikan pentingnya mengusut materi gas air mata yang menyebabkan pendarahan mata, iritasi kulit, sakit tenggorokan, dan sesak napas.

"Audit secara menyeluruh fasilitas sarana dan SOP stadion di seluruh Indonesia agar memiliki standar keamanan yang tinggi dalam mengantisipasi kejadian-kejadian darurat. Tempat penyelenggaraan pertandingan harus memenuhi persyaratan keamanan, baik huru-hara maupun bencana alam dan memiliki jalur evakuasi," ucap Hasto dalam jumpa pers daring, Kamis, (13/10/2022).

Hasto mengatakan, perlu ada perbaikan di pintu keluar. Kata dia, seharusnya sesuai dengan aturan PSSI, dalam keadaan apapun pintu tidak terkunci dan harus memungkinkan orang dalam jumlah banyak keluar pada waktu bersamaan.

Baca juga: Peneliti Ungkap Dampak Gas Air Mata Bisa Fatal

Lalu steward sebagai bagian dari keamanan penyelenggaraan pertandingan, harus bersertifikasi

Selain itu menurut LPSK, tiket pertandingan sebaiknya memasukkan komponen asuransi.

"Perlunya simulasi pengamanan penyelenggaraan pertandingan harus dilakukan pra-pertandingan pelatihan gabungan antara panitia pelaksana, kepolisian, TNI, dan perwakilan suporter," tambahnya.

Hasto mengatakan, dalam pengamanan kegiatan keolahragaan seharusnya memperhatikan peraturan cabang olahraga di level nasional dan internasional, termasuk merumuskan peraturan kapolri yang mengakomodasi hal tersebut.

Selain itu, LPSK menekankan pentingnya peningkatan kesadaran operator liga, panitia pelaksana, dan media penyiaran, agar tidak hanya terfokus kepada kepentingan bisnis semata.

"Perlu dilakukan pembinaan suporter," ucap Hasto menutup poin rekomendasi.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending