Bagikan:

Pemilu 2024, Nasdem Deklarasikan Anies Calon Presiden

"Jika saudara Rasyid Baswedan ini terpilih menjadi Presiden nantinya, pimpinlah bangsa ini menjadi bangsa yang lebih bermartabat,"

NASIONAL

Senin, 03 Okt 2022 11:56 WIB

Author

Kurniati

Pilpres 2024

Pilpres 2024, Nasdem deklarasikan Anies Baswedan Capres, Senin (03/10/22). (Nasdem)

KBR, Jakarta- Partai Nasdem resmi mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai calon Presiden yang akan mereka usung di Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Pengumuman itu disampaikan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

"Nasdem melihat seorang sosok Anies Rasyid Baswedan. Kami mempunyai keyakinan, pikiran dalam perpektif makro dan mikro, sejalan dengan apa yang kami yakinin. Kami ingin menitipkan perjalanan bangsa ini ke depan. Insyaallah jika saudara Rasyid Baswedan ini terpilih menjadi Presiden nantinya, pimpinlah bangsa ini menjadi bangsa yang lebih bermartabat," kata Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh di Nasdem Tower, Senin (3/10/2022).

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh menambahkan, tugas utama calon presiden yang diusung Nasdem untuk melihat kembali sejauh mana nilai harkat dan martabat kehidupan kebangsaan untuk diteruskan dan diperbaiki. 

"Kenapa Anies Baswedan? Jawabannya adalah why not the best," ungkapnya.

Baca juga:


Surya Paloh juga meminta kader Nasdem mengawal pencapresan Anies, guna mewujudkan pemerintah yang baik.

Selain itu, Surya Paloh juga menegaskan Nasdem berkomitmen mendukung pemerintahan Jokowi-Maruf Amin hingga akhir masa jabatannya.

Masa jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta akan berakhir pada 16 Oktober. 

DPRD DKI Jakarta melalui rapat paripurna pada 13 September telah pengumuman pemberhentian Anies Baswedan dari jabatan Gubernur DKI. Pengumuman pemberhentian Anies di DPRD DKI sudah sesuai aturan undang-undang.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Kabar Baru Jam 8

Most Popular / Trending