Bagikan:

Pascatembok Roboh, Pemerintah Akan Perbaiki Bangunan MTsN 19 Pondok Labu

"Sebetulnya pengecekan itu kan sudah ada mekanismenya. Setiap kementerian kan ada inspektorat, juga di setiap kementerian, termasuk Kemenag juga sudah ada Direktorat Sarana dan Prasarana"

NASIONAL

Jumat, 07 Okt 2022 11:47 WIB

Author

Muthia Kusuma

Menko PMK, Muhadjir Effendy meninjau MTsN 19 Jakarta yang tembok bangunannya roboh akibat banjir dan

Menko PMK, Muhadjir Effendy meninjau MTsN 19 Jakarta yang tembok bangunannya roboh akibat banjir dan menewaskan 3 siswa, Jumat (7/10/22).(Foto: Antara/Sulthony)

KBR, Jakarta - Pemerintah akan memperbaiki bangunan sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 Pondok Labu, Jakarta yang saat ini telah berusia 25 tahun. Kemarin, salah satu tembok bangunan sekolah roboh setelah diterjang banjir akibat hujan deras yang melanda Jakarta. 

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meminta tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memitigasi bencana susulan, karena sekolah berada di daerah cekungan rawan banjir.

"Sebetulnya pengecekan itu kan sudah ada mekanismenya. Setiap kementerian kan ada inspektorat, juga di setiap kementerian, termasuk Kemenag juga sudah ada Direktorat Sarana dan Prasarana. Sebetulnya sudah rutin itu. Sehingga kita belum ada pikiran untuk melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh. Ini kita anggap sebagai insiden. Insiden yang memang tak terelakkan, akibat banjir yang meluap, kemudian menekan tembok, kemudian temboknya menekan backdrop (panggung) yang terbuat dari beton juga begitu," ucap Muhadjir saat meninjau MTsN 19 Pondok Labu, Jumat, (7/10/2022).

Muhadjir juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas bangunan sekolah.

Sebelumnya, tiga siswa meninggal akibat tertimpa tembok sekolah saat banjir melanda Jakarta, Kamis (6/10/2022). Selain korban tewas, peristiwa ini juga mengakibatkan satu siswa lainnya terluka.

Muhadjir menambahkan, tim dari Kementerian Agama juga telah diturunkan untuk menginvestigasi dan mengevaluasi peristiwa ini.

Berita lainnya:

    Editor: Kurniati Syahdan

    Kirim pesan ke kami

    Whatsapp
    Komentar

    KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

    BERITA LAINNYA - NASIONAL

    Kabar Baru Jam 7

    Kabar Baru Jam 8

    Komunitas Biboki Lestarikan Tenun Ikat Tradisional

    Living Law, Apa Dampaknya Jika Masuk dalam RKUHP?

    Kabar Baru Jam 10

    Most Popular / Trending