Bagikan:

OJK: Daya Beli Mobil Listrik Masih Rendah

Di negara manapun tidak ada yang bisa cukup berhasil tanpa disubsidi dan diberikan insentif.

NASIONAL

Jumat, 14 Okt 2022 19:17 WIB

OJK: Daya Beli Mobil Listrik Masih Rendah

Presiden Joko Widodo mengamati mobil listrik loniq 5 di Pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Bekasi. Rabu (16/3/22). (Foto: Antara/Setpres)

KBR, Jakarta- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut daya beli masyarakat terhadap mobil listrik masih rendah. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, situasi ini menjadi tantangan dalam pengembangan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

"Daya beli masyarakat Indonesia untuk mobil masih di bawah Rp300 juta. Sedangkan mobil listrik, walaupun PPnBM-nya, pajak penjualan barang mewah harganya tinggi. Sehingga kalau harga turun di bawah Rp600 juta, baru bisa masuk. Sekarang masih di atas Rp600 juta. Jadi itu yang saya katakan tadi. Di negara manapun tidak ada yang bisa cukup berhasil tanpa disubsidi dan diberikan insentif," ujar Mahendra dalam acara 'OJK Mengajar 2022 "Peran OJK dalam Mendukung Ekosistem Kendaraan Bermotor', Jumat (14/10/2022).

Baca juga:

Mahendra mengatakan, sampai bulan ini jumlah kendaraan listrik di Indonesia baru mencapai 28.188 unit. Jumlah itu masih jauh dari target yang ditetapkan.

"Ini harapan kita untuk bisa mampu memproduksi sampai 2 juta pada tahun 2030. Sedangkan sekarang baru ada 28 ribu. Kecil sekali," katanya.

Sekitar 28 ribu kendaraan listrik di Indonesia tersebut paling banyak merupakan motor, jumlahnya mencapai 22 ribu unit lebih. Kendaraan roda empat berada di posisi kedua yakni hampir 5 ribu unit. Sisanya yaitu kendaraan roda tiga 280 unit, bus 56 unit, dan mobil barang 6 unit.

Baca juga:

Indonesia telah menargetkan produksi kendaraan listrik mencapai 400 ribu unit pada 2025. Selanjutnya pada tahun 2035, kendaraan motor roda dua ditargetkan produksinya mencapai 1 juta unit. Dan untuk kendaraan listrik roda empat mencapai 3,22 juta unit.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending