Bagikan:

Muhammadiyah Luncurkan 'Kampus Virtual' Universitas Siber

Universitas Siber Muhammadiyah juga mengembangkan layanan pembelajaran berbasis teknolog immersive seperti Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR) dan Mixed Reality (XR).

NASIONAL

Kamis, 06 Okt 2022 09:45 WIB

Author

Ken Fitriani

Universitas Siber

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Rektor Universitas SiberMu mencoba kuliah virtual di Yogyakarta, Rabu (5/10/2022). (Foto: Humas PP Muhammadiyah)

KBR, Yogyakarta – Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah resmi meluncurkan Universitas SiberMu. Universitas ini telah mendapat izin operasional berdasar Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor: 430/E/O/2021 yang terbit pada 29 September 2022 lalu.

Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) bermodus tungal, SiberMu memiliki 6 program studi, yakni Ilmu Hukum, Manajemen, Akuntansi, Informatika, Sistem Informasi dan Administrasi Kesehatan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan poin penting dari diluncurkannya Universitas SiberMu bagi Muhammadiyah adalah Muhammdiyah mulai memasuki era baru dimana teknologi sangat lekat digunakan untuk menunjang ilmu pengetahuan.

"Kita sudah mulai membuka kampus dan punya program dengan teknologi yangg canggih. Sehingga proses belajar mengajarnya nanti terasa seperti tatap muka langsung. Ini kan point penting," kata Haedar usai meluncurkan Universitas SiberMu di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (5/10/2022).

Baca juga:


Haedar mengatakan kampus virtual ini juga akan mengubah cara berpikir dari kebiasaan yang tatap muka langsung secara fisik dengan mulai biasa secara virtual namun sebenarnya hal itu nyata.

"Sebenarnya kita sudah diajari oleh pandemi selama dua setengah tahun ini tinggal kita menjadi terbiasa. Hal penting lainnya kita juga bisa mendidik anak bangsa kita, keluarga bahkan elite bangsa untuk mulai mengembangkan pola pikir baru di mana kita bisa hidup blended antara dunia tatap muka dengan dunia maya," terangnya.

Menurut Haedar, selain lebih efisien dan fleksibel, keberadaan kampus virtual ini juga akan menekan angka korupsi.

Sebab tidak ada anggaran yang digunakan untuk kegiatan yang sifatnya pemborosan. Ia mencontohkan, seorang pejabat tidak harus pergi dengan rombongan dengan jumlah banyak apabila diundang sebagai pembicara acara kampus.

"Misalkan seorang pejabat tidak harus pergi dengan rombongan yang banyak ke satu daerah misalkan. Kan itu penting ke depan untuk hidup hemat. Karena anggaran kita ini kan anggaran yang perlu penghematan," jelas Haedar.

Haedar berpesan, hidup di era digital seperti saya sampaikan tetap perlu nilai, perlu value, agama, dan Pancasila sebagai budaya luhur bangsa harus menjadi bingkai dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau awal tahun 2022 temuan survei Microsoft bahwa netizen Indonesia termasuk yang rendah tingkat kesopanannya. Sebenarnya ini kan satu contoh dari luruhnya nilai," tandas Haedar.

Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, Bambang Riyanto menambahkan, sampai tanggal 30 September 2022 Universitas SiberMu sudah ada 1193 calon mahasswa baru dari 34 provinsi di Indonesia yang sudah mendaftar.

Meski masih berusia sangat belia, Universitas SiberMu berupaya dengan sungguh-sungguh secara kreatif dan inovatif mengembangkan metode pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi terkini.

"Selain terus menyempurnakan Learning Management System serta dukungan aplikasi untuk pengelolaan layanan administrasi akademik dan kemahasiswaan, kampus kami juga mengembangkan layanan pembelajaran berbasis teknolog immersive: Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR) dan Mixed Reality (XR)," kata Bambang.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Kabar Baru Jam 8

Most Popular / Trending