Bagikan:

Menaker: Tingkat Pengangguran Terbuka Turun Sejak 2 Tahun Terakhir

Peningkatan kualitas SDM jadi kunci pemerintah hadapi ancaman resesi dan revolusi industri

NASIONAL

Senin, 31 Okt 2022 08:45 WIB

Menaker: Tingkat Pengangguran Terbuka Turun Sejak 2 Tahun Terakhir

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, saat menghadiri rapat kerja bersama komisi IX DPR. (12/02/2020). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengklaim, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir, atau sejak pandemi COVID-19 pada 2020. TPT merupakan persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja di periode tahun tertentu.

"Berdasarkan data BPS, jumlah pengangguran terbuka per Februari tahun 2022 mencapai 8,4 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,83 persen. Kita bersyukur, kalau kita lihat data BPS, pengangguran tahun 2020 7,07 persen. Kemudian tahun 2021 6,2 persen. Dan alhamdulillah atas kerja keras semua stakeholder ini, pengangguran bisa kita turunkan menjadi 5,83 persen," kata Ida dalam acara 'Temu Alumni Pelatihan Vokasi' (30/10/22).

Menaker Ida Fauzian menyebut, meski jumlah angkatan kerja bertambah hingga 4,2 juta per tahun, angka pengangguran bisa terus ditekan. Hal itu menurutnya lantaran pemerintah terus berfokus pada upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Jadi prioritas yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024. Dalam konteks ini, pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi solusi dan pasti mengurangi angka pengangguran kita," ujarnya.

Baca juga:

Menghadapi Intimidasi Ancaman Resesi Global

ANCANG-ANCANG UMKM HADAPI BADAI RESESI

Ida yakin dengan strategi yang ada saat ini, pemerintah mampu mengatasi masalah pengangguran hingga 2023. Meski begitu, Ia juga tidak menampik beberapa kendala seperti pandemi COVID-19, dan ancaman resesi global masih menjadi momok menakutkan yang harus dihadapi.

"Kondisi kita saat ini membaik, tapi permasalahan lain muncul termasuk ancaman resesi global yang nauzubillah minzalik mudah-mudahan tidak berdampak ke sektor yang seperti kita ketahui, kita hindari terjadinya PHK secara massal," katanya.

Menaker juga menambahkan, saat ini dunia tengah memasuki revolusi industri yang melahirkan otomasi atau penggunaan mesin canggih dan disrupsi di berbagai bidang. Ini tentu mengubah lanskap pasar kerja di Indonesia. Akibatnya banyak jenis pekerjaan yang akan menghilang. Namun Ida meyakini akan muncul jenis pekerjaan baru, yang bisa dimanfaatkan para angkatan kerja selanjutnya.

Editor: Dwi Reinjani

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending