Bagikan:

Luncurkan Vaksin Indovac, Bio Farma: Ketahanan Kesehatan Indonesia

"Untuk membentuk ketahanan kesehatan di Indonesia seperti yang diamanatkan oleh Presiden,”

NASIONAL

Kamis, 13 Okt 2022 14:04 WIB

Author

Heru Haetami

Indovac

Peluncuran dan Penyuntikan Perdana Vaksin Indovac Covid-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jabar, Kamis (13/10/22). (Antara/Dhemas Reviyanto)

KBR, Jakarta- Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan vaksin Indovac merupakan vaksin produksi anak negeri yang diproses mulai dari hulu hingga hilir.  Honesti berharap pengembangan vaksin di dalam negeri ini dapat menjadi suatu tonggak pencapaian bagi Indonesia untuk berdikari.  

“Indonesia sanggup, kita bisa, dan juga dari sisi kualitas, dari sisi keamanan ini sangat memenuhi persyaratan berdasarkan hasil uji klinis yang kita lakukan. Kami berharap  Bio Farma bisa menjadi semangat bagi kami untuk terus berinovasi memberikan produk-produk yang sangat dibutuhkan untuk penanganan dan untuk membentuk ketahanan kesehatan di Indonesia seperti yang diamanatkan oleh Presiden,” kata Honesti dalam peluncuran vaksin Covid-19 produksi dalam negeri yaitu vaksin Indovac, di pabrik PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022).

Honesti berharap  produksi Bio Farma bisa  mengurangi ketergantungan pada produk impor.

 Baca juga:

Vaksin Indovac telah resmi diluncurkan dan penggunaan dosis pertamanya disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Pada kesempatan itu, Jokowi meminta jajarannya untuk mendukung sekaligus mendorong program pengembangan vaksin di tanah air agar Indonesia dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan vaksin nasional.

“Pak Menteri BUMN, Pak Menteri Kesehatan, dorong terus Bio Farma sehingga nanti akan betul-betul menghasilkan sebuah revenue yang semakin besar bagi negara dan kita memiliki kemandirian, berdikari betul di dalam urusan vaksin,” ujar Presiden.

Jokowi mengungkapkan, kapasitas produksi Vaksin Indovac mencapai sekitar 20 juta dosis di tahun ini, dan akan meningkat menjadi 40 juta dosis di tahun mendatang.

“Kapasitas di tahun ini nanti kurang lebih 20 juta, tadi Pak Dirut (Bio Farma) menyampaikan, tahun depan bisa 40 juta, dan kalau memang pasar masih memerlukan bisa sampai ke 120 juta dosis vaksin,” ujarnya.

Presiden pun mengapresiasi para peneliti muda yang telah mendukung pengembangan vaksin Covid-19 produksi dalam negeri yang dilakukan dalam waktu 1,5 tahun ini.

“Inilah saya kira sebuah kerja keras SDM-SDM muda kita dalam menggarap sebuah vaksin baru, dari hulu sampai hilir, ini memakan waktu Indovac dari awal sampai sekarang 1,5 tahun, juga diam nggak pernah bersuara tahu-tahu jadi Indovac,” tuturnya.

Editor:Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kejar Tayang Pengesahan RKUHP