Bagikan:

Luncurkan Vaksin COVID-19 Buatan Dalam Negeri, Jokowi: Kerja Diam, Tahu-tahu Jadi IndoVac

Pada 2022 kapasitas produksi IndoVac di Bio Farma diperkirakan kurang lebih 20 juta dosis. Sedangkan pada 2023 bisa 40 juta dosis. Produksi bisa digenjot hingga 120 juta dosis jika diperlukan.

NASIONAL

Kamis, 13 Okt 2022 11:49 WIB

Indovac

Vaksin COVID-19 IndoVac buatan Bio Farma. (Foto: Youtube/Sekretariat Presiden)

KBR, Bandung - Presiden Joko Widodo meluncurkan vaksin COVID-19 buatan dalam negeri dengan merek dagang IndoVac, buatan PT Bio Farma, Kamis (13/10/2022).

Sebanyak 120 juta dosis vaksin coronavirus disease (COVID) Indovac ditargetkan bisa diproduksi perusahaan BUMN Farmasi PT Bio Farma.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pada tahun 2022 kapasitas produksi IndoVac di Bio Farma diperkirakan kurang lebih 20 juta dosis. Sedangkan pada tahun mendatang bisa 40 juta dosis. Produksi bisa digenjot hingga 120 juta dosis jika pasar membutuhkan.

"Inilah saya kira sebuah kerja keras SDM-SDM muda kita dalam menggarap sebuah vaksin baru dari hulu sampai hilir. Ini memakan waktu in fact dari awal sampai sekarang satu setengah tahun. Diam tidak pernah bersuara, tahu-tahu jadi IndoVac," ujar Jokowi dalam sambutan peluncuran vaksin IndoVac di Bio Farma, Bandung, Kamis (13/10/2022).

Baca juga:


Jokowi mengatakan dalam setahun Bio Farma dapat memproduksi berbagai jenis vaksin hingga 3 miliar dosis yang diekspor ke 153 negara.

Untuk vaksin polio, Bio Farma bahkan telah menguasai 70 persen pangsa pasar di dunia.

Kemudian, kini Bio Farma dapat memproduksi vaksin untuk COVID yang pada tahun ini bakal mulai diproduksi sebanyak 20 juta dosis.

"Jadi Pak Menteri BUMN, Pak Menkes, dorong terus Bio Farma sehingga nanti akan betul-betul menghasilkan sebuah revenue yang besar dan kita memiliki kemandirian dan berdikari dalam urusan vaksin. Saya rasa itu yang kita sampaikan," kata Jokowi.

Dengan angka itu, Bio Farma menjadi produsen vaksin kelima paling besar di dunia. Jokowi menyatakan bangga atas segala pencapaian yang telah diraih oleh Bio Farma.

Pada hari ini Jokowi resmi meluncurkan vaksin COVID-19 yang diberi nama IndoVac produksi PT Biofarma (Persero) di Kantor Bio Farma, Kota Bandung, Jawa Barat.

Peluncuran ini dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Jokowi juga diagendakan meninjau penyuntikan vaksin perdana vaksin IndoVac. 

Baca juga:

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat untuk Vaksin Indovac pada 24 September 2022.

Izin penggunaan darurat Vaksin Indovac dikeluarkan dengan indikasi sebagai imunisasi aktif untuk pencegahan COVID-19 yang disebabkan oleh SARS CoV-2 pada individu berusia 18 tahun ke atas.

UEA merupakan pintu awal akses untuk memperoleh vaksin COVID-19 yang dibutuhkan masyarakat sebagai upaya strategis dalam penanggulangan pandemi dan perlindungan terhadap COVID-19.

Menurut laporan Badan POM di situs resmi, Vaksin Indovac memiliki kandungan zat aktif rekombinan Receptor-Binding Domain (RBD) protein S virus SARS-Cov-2. Ini merupakan vaksin COVID-19 dengan platform rekombinan protein subunit yang dikembangkan oleh PT Bio Farma bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, USA.

Vaksin ini menjadi vaksin COVID-19 pertama yang diproduksi secara lokal di dalam negeri mulai dari proses hulu hingga hilir.

Efikasi Vaksin Indovac mengacu pada hasil uji imuno bridging pada uji klinik fase 3, menunjukkan antibodi netralisasi Vaksin yang non-inferior dengan vaksin protein subunit pembanding (92,5% vs 87,09%). Vaksin Indovac memiliki evikasi setara dengan vaksin COVID-19 yang memiliki evikasi lebih dari 80 persen.

Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah nyeri lokal dan nyeri otot (myalgia), yang kemunculannya sebanding dengan efek samping pada penggunaan vaksin rekombinan protein subunit pembanding yang sudah lebih dulu mendapatkan EUA.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kejar Tayang Pengesahan RKUHP