Bagikan:

Kritik Pertemuan Jokowi-Presiden FIFA, LSM KontraS: Nihil Empati

Agenda fun football menunjukkan hilangnya empati dan hati nurani dari Ketua Umum PSSI serta Presiden FIFA

NASIONAL

Rabu, 19 Okt 2022 19:24 WIB

Kritik Pertemuan Jokowi-Presiden FIFA, LSM KontraS: Nihil Empati

Presiden Jokowi menerima Presiden FIFA Gianni Infantino di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 18 Oktober 2022. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

KBR, Jakarta- LSM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik hasil kesepakatan pertemuan Presiden Joko Widodo dan Presiden FIFA Gianni Infantino, Selasa, 18 Oktober 2022. Dalam pertemuan itu, salah satu kesepakatan yang dicapai yaitu transformasi menyeluruh persepakbolaan Indonesia.

KontraS menilai, kesepakatan bersama antara pemerintah dan FIFA tidak memperlihatkan keberpihakan pada korban Tragedi Kanjuruhan. Kesepakatan itu dinilai hanya berfokus pada ambisi pemerintahan untuk menjadikan Indonesia sebagai episentrum sepak bola dunia.

Baca juga: Jokowi-Presiden FIFA Bertemu, Sepakat Transformasi Total Sepak Bola Indonesia

Menurut KontraS, ambisi tersebut tidak mengedepankan perlindungan, pemajuan, dan penghormatan hak asasi manusia (HAM) terhadap para korban.

"Jatuhnya 133 korban jiwa serta ratusan orang lainnya bahkan tidak menjadi pokok bahasan utama dalam kesepakatan antara pemerintah dan FIFA pada pertemuan tersebut," tulis KontraS dalam keterangannya, Rabu, (19/10/2022).

KontraS juga mengkritik keras agenda fun football yang dilakukan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan petinggi PSSI. Menurut KontraS, agenda fun football menunjukkan hilangnya empati dan hati nurani dari Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan serta Presiden FIFA Gianni Infantino.

Transformasi Total Sepak Bola

Presiden Jokowi dan Presiden FIFA Gianni Infantino sepakat untuk melakukan transformasi total sepak bola Indonesia. Kesimpulan itu dicapai usai keduanya bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin siang. Pertemuan ini digelar pascatragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 132 orang, 1 Oktober lalu.

"Dan kami bersepakat melakukan transformasi sepak bola Indonesia secara menyeluruh. Memastikan semua aspek pertandingan berjalan sesuai dengan standar keamanan yang ditetapkan oleh FIFA. Baik pemain maupun penonton harus terjamin keamanan dan keselamatannya. Untuk itu kita sepakat mengkaji kembali kelayakan stadion dan juga menerapkan teknologi untuk membantu mitigasi aneka potensi yang membahayakan penonton maupun pemain," kata Jokowi, Selasa, (18/10/2022).

Baca juga: Laporan TGIPF Kanjuruhan, Kematian Massal Karena Gas Air Mata

Jokowi mengatakan pemerintah dan FIFA sepakat Tragedi Kanjuruhan harus dijadikan pelajaran yang sangat penting bagi persepakbolaan Indonesia. Jokowi tidak ingin, duka dan malapetaka seperti Tragedi Kanjuruhan kembali terulang. 

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending