Bagikan:

Kompolnas: Persoalan Kultural Hambat Reformasi di Polri

Keteladanan itu menurut saya akan mengakselerasi perubahan di instansi Polri

NASIONAL

Jumat, 28 Okt 2022 19:39 WIB

Author

Muthia Kusuma

Kompolnas: Persoalan Kultural Hambat Reformasi di Polri

Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers penetapan tersangka tragedi Kanjuruhan di Mapolresta Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10/2022). ANTARA/Fajar Ali

KBR, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai ada tantangan berlapis dalam upaya mereformasi Polri. Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, tantangan itu salah satunya terkait dengan masalah kultural atau budaya.

Menurutnya, ada kebiasaan yang mengakar sejak era orde baru. Seperti tindakan militeristik yang bertentangan dengan reformasi polisi yang humanis.

Poengky mengatakan, pembenahan harus dipercepat guna meningkatkan citra Polri yang kian merosot.

"90 persen di antara pengaduan itu menyangkut kinerja reserse. Kemudian 75 persen dari pengaduan terkait dengan kinerja reserse, kebanyakan terkait dengan pelayanan buruk. Masyarakat lapor, tapi kemudian tidak segera ditindaklanjuti. Ada juga yang diskriminasi, jadi saling mengadu tapi ternyata orang yang punya power yang lebih dahulu dilayani. Kemudian juga terkait dengan diskresi keliru. Itu yang dilaporkan ke kami. Jadi itu juga harus ada pembenahan," ucap Poengky kepada KBR, Jumat, (28/10/2022).

Baca juga:

Poengky menambahkan, reformasi Polri harus diawasi semua pihak. Mulai dari Presiden, DPR, media massa, hingga masyarakat. Pengawasan di internal kepolisian juga harus ditegakkan.

Senada dengan Poengky, Komisioner Kompolnas Yusuf Warsyim mengatakan, hambatan Kapolri Sigit mewujudkan agenda Polri yang Presisi adalah kultural kepolisian.

Menurutnya, akselerasi reformasi kultural harus dilaksanakan secara hierarki. Artinya, pimpinan Polri di setiap tingkatannya harus mewujudkan reformasi dan menunjukkan keteladanan bagi anggotanya.

"Pada kasus FS (Ferdy Sambo-red), TM (Teddy Minahasa Putra-red) itu kan pimpinan. Pimpinan yang memberikan perintah yang tidak sah kepada anggotanya. Padahal konsep kepemimpinan di Polri itu memberikan keteladanan. Keteladanan itu menurut saya akan mengakselerasi perubahan di instansi Polri," ucapnya kepada KBR, Jumat (28/10/2022).

Baca juga:

Kepercayaan publik ke Polri anjlok usai dihantam sederet masalah, salah satunya kasus Ferdy Sambo. Turunnya citra Polri ini mendapat sorotan tajam dari Presiden Joko Widodo.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending