Bagikan:

Komnas HAM Libatkan Masyarakat Adat dalam Dialog Damai Papua

Pembahasan dialog damai akan melibatkan sejumlah pihak di Papua dan pemerintah.

NASIONAL

Senin, 24 Okt 2022 17:57 WIB

Komnas HAM Libatkan Masyarakat Adat dalam Dialog Damai Papua

Ilustrasi: Salah satu peserta kongres saat upacara pembukaan KMAN VI di Stadion Barnabas, Jayapura, Papua, Senin, 24 Oktober 2022. Foto: KBR/Arjuna Pademme

KBR, Jayapura- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan melibatkan masyarakat adat di Papua dalam pembahasan dialog damai untuk menyelesaikan konflik di Bumi Cenderawasih.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik saat pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin, 24 Oktober 2022.

Ahmad Taufan Damanik mengatakan pembahasan dialog damai akan melibatkan sejumlah pihak di Papua dan pemerintah.

Kata dia, pembahasan tahap ketiga rencana dialog damai akan digelar pada Kamis, 10 November 2022. Setelah itu, Komnas HAM akan melibatkan masyarakat adat untuk bersama membicarakan rencana mencari solusi damai di Papua.

"Khusus untuk Papua, Komnas HAM sejak tahun lalu menginisiasi, apa yang kami sebut sebagai dialog damai, dan kami janji mungkin setelah (pembahasan ketiga) itu, kita akan libatkan masyarakat adat untuk ikut bersama-sama memikirkan tentang perdamaian di Papua," kata Ahmad Taufan Damanik.

Baca juga:

Ahmad Taufan Damanik mengatakan gagasan dialog damai dipilih Komnas HAM, sebab itu dianggap cara bermartabat untuk menyelesaikan kekerasan di Papua.

Menurutnya, hampir setiap hari terjadi kekerasan di Papua yang dilakukan berbagai pihak. Dalam setiap kekerasan kerap ada korban luka, meninggal, dan fasilitas yang dirusak atau dibakar.

Karena itulah berbagai pihak termasuk Komnas HAM berkeinginan menghentikan kekerasan di provinsi tertimur Indonesia.

Ahmad Taufan Damanik mengklaim, para tokoh-tokoh di Papua, pemerintah, termasuk kelompok bersenjata yang bergerilya di hutan-hutan, bersedia melaksanakan dialog damai.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending