Bagikan:

Kasus Ginjal Akut Anak, Ahli Kesehatan Dorong KLB

"Karena dengan KLB itu jadi fokus nasional dan juga fokus multi stakeholder."

NASIONAL

Selasa, 25 Okt 2022 08:23 WIB

ginjal akut

Pasien anak ginjal akut di ruang PICU RSUD Zainal Abidin, Banda Aceh, Jumat (21/10/22). (Antara/Ampelsaa)

KBR, Jakarta-  Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mendesak pemerintah untuk segera menaikkan status gangguan ginjal akut (acute kidney injury) menjadi kejadian luar biasa (KLB). Anggota Dewan Pakar IAKMI, Hermawan Saputra mengatakan, situasi kasus gagal ginjal akut pada anak sudah pada tahap serius. 

Ia meminta pemerintah melakukan proses pendalaman secara komprehensif dan sistematis.

"Nah oleh karena KLB harus segera dinaikkan. Maka itu menjadi perhatian pemerintah ke sungguh-sungguhan dalam melakukan evaluasi mulai dari penyelidikan yang sistematis, mendalam, dan komprehensif. Tetapi yang paling pokok adalah evaluasi peran dari BPOM dan juga Kemenkes agar ini tidak menimbulkan permasalahan yang lebih buruk lagi di kemudian hari," kata Hermawan saat dihubungi KBR, Senin (24/10/2022).

Hermawan mengatakan, jika kasus ini tidak ditetapkan menjadi KLB, maka Indonesia akan kehilangan sistem pelaporan kasus.

Baca juga:

Kata dia, hal ini bisa terjadi karena masyarakat kemungkinan tidak akan memeriksakan anaknya karena masalah biaya, dan tidak ada jaminan dari pemerintah. Selain itu juga kasus ini tidak akan menjadi perhatian menyeluruh dari daerah.

"Karena dengan KLB itu jadi fokus nasional dan juga fokus multi stakeholder. Kemudian juga boleh jadi akan sedikit terabaikan dari segi penelitian dan penelusuran lebih jauh penyebab terjadinya kasus ini," imbuhnya.

Per 23 Oktober 2022, Kemenkes mencatat jumlah pasien yang terkena gangguan ginjal akut mencapai 245 orang dengan angka kematian hingga 57 persen, atau 141 orang meninggal dunia. Kasus ini juga telah ditemukan di 26 provinsi.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending