Bagikan:

Kasus Anak Gagal Ginjal Misterius Terjadi di 16 Provinsi

"Kalau sudah anuria, ini merupakan gejala berat yang sudah masuk dalam kategori gagal ginjal,"

NASIONAL

Senin, 17 Okt 2022 08:41 WIB

ginjal akut

Ilustrasi. (Foto: Robina Weermeijer/Unsplash)

KBR, Jakarta- Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril menyebut, hingga 15 Oktober, sudah ada 16 provinsi yang melaporkan kasus gagal ginjal akut misterius pada anak, dengan total 152 kasus. Syahril mengatakan, dari jumlah kasus tersebut, ada 37 kasus meninggal dunia. Terbanyak meninggal ada di DKI Jakarta yakni sejumlah 25 kasus, kemudian Bali 11 kasus, dan satu kasus di NTT.

Syahril meminta orang tua memperhatikan dengan cermat gejala awal dari gagal ginjal akut misterius tersebut.

"Ada demam, kemudian ada diare, mual-mual, dan juga ada yang batuk dan pilek. Dan begitu gejalanya berlanjut maka akan terjadi produksi kencing atau urine yang sedikit atau disebut dengan oliguria. Sementara itu kalau dia berlanjut lagi maka akan terjadi produksi urine yang tidak ada atau anuria. Nah kalau sudah anuria, ini merupakan gejala berat yang sudah masuk dalam kategori gagal ginjal," kata Syahril dalam diskusi, Minggu (16/10/2022).

Syahril mengatakan, jika anak sudah mengalami gejala berat seperti anuria dan tidak diberi pertolongan di awal, maka akan bisa menyebabkan kematian. Syahril menambahkan, penyakit ini paling banyak dialami oleh anak balita 1-5 tahun, tapi juga ada yang berusia di bawah 18 tahun.

Baca juga:

Anuria adalah gangguan pada ginjal yang menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi urine. Penderita anuria biasanya tidak buang air kecil dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

"Nah untuk itu gejala-gejala ini harus dipahami oleh masyarakat, kemudian juga oleh dokter, dan juga fasilitas pelayanan kesehatan, agar dapat memberikan penanganan secara tepat. Kalau bisa seperti demam batuk pilek tadi tidak sampai masuk ke dalam gagal ginjal yang bisa menyebabkan kematian," imbuhnya. 

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending