Bagikan:

Jutaan Buruh Akan Mogok Nasional Jika Pemerintah Mengabaikan Tuntutan Hari Ini

Mogok nasional akan dilakukan oleh tiga hingga lima juta buruh dari 15 ribu pabrik di seluruh Indonesia.

NASIONAL

Rabu, 12 Okt 2022 22:06 WIB

Author

Muthia Kusuma

Jutaan Buruh Akan Mogok Nasional Jika Pemerintah Mengabaikan Tuntutan Hari Ini

Ilustrasi: Aksi demo buruh Jawa Barat menuntut kenaikan UMP 2017. Foto: KBR/Arie Nugraha

KBR, Jakarta- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengancam akan mogok nasional pada akhir tahun ini.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan mogok nasional akan dilakukan oleh tiga hingga lima juta buruh dari 15 ribu pabrik di seluruh Indonesia. Ancaman itu akan dilakukan jika pemerintah mengabaikan tuntutan buruh dalam aksi hari ini.

Pada demo hari ini para buruh memiliki enam tuntutan. Antara lain mendesak pemerintah membatalkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, pencabutan klaster ketenagakerjaan dari UU Cipta Kerja, hingga menuntut kenaikan UMP 2023.

"Enam isu yang kami bawa pada hari ini yang juga pernah dibawa pada hari-hari sebelumnya, pada pertengahan Desember, pertengahan Desember 2022 partai buruh dan organisasi serikat buruh, serikat petani, perempuan, miskin kota, PRT, buruh migran, guru dan tenaga honorer dan pekerja informal akan melakukan mogok nasional mogok nasional pada pertengahan Desember," ukata Iqbal usai berdemonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Rabu, (12/10/2022).

Baca juga:

Presiden KSPI Said Iqbal menyebut kenaikan harga BBM telah berdampak luas pada harga pangan, transportasi hingga ongkos sewa rumah. Menurutnya, hal itu semakin menurunkan kesejahteraan buruh yang terbebani dampak ekonomi saat pandemi COVID-19.

Karena itu, KSPI juga mendesak pemerintah untuk mencegah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal pada 2023, tahun di mana resesi global diperkirakan terjadi.

Iqbal mendorong pemerintah memberikan jaminan sosial dan kesehatan kepada buruh di tengah ancaman krisis ekonomi. Serta meminta pemerintah menghentikan membuat pernyataan yang dianggap memprovokasi dengan kalimat ancaman.

KSPI menyebut demonstrasi besar-besaran kali ini dilakukan di hampir seluruh provinsi di Indonesia, dan berpusat di kantor gubernur masing-masing wilayah. Di Jakarta, aksi unjuk rasa dilaksanakan di area sekitar Patung Kuda Jakarta.

Kata Iqbal, aksi itu dihadiri lebih dari 15 ribu buruh. Sekira lebih dari tiga ribu personel kepolisian mengawal demonstrasi tersebut.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending