Bagikan:

Jokowi Minta Proyek Food Estate Dimaksimalkan

Mentan tak memungkiri adanya sejumlah lahan pertanian yang belum mampu memberikan hasil maksimal.

NASIONAL

Selasa, 04 Okt 2022 19:25 WIB

Author

Heru Haetami

Jokowi Minta Proyek Food Estate Dimaksimalkan

Presiden Jokowi saat kunjungan ke lokasi panen raya di Pagelaran, Malang, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021). (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta program pengintensifan lahan sebagai lumbung pangan atau food estate dilakukan lebih maksimal. Permintaan itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, usai mengikuti rapat yang dipimpin Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/9/2022).

“Cadangan-cadangan lahan kita di Kalimantan, di Sumatra Utara, di Papua, di Maluku, harus menjadi bagian-bagian dari strategi kita. Dan di sana Presiden mengarahkan food estate agar bisa dilakukan lebih maksimal,” ujar Mentan.

Mentan tak memungkiri adanya sejumlah lahan pertanian yang belum mampu memberikan hasil maksimal. Menurutnya, hal ini disebabkan karakteristik lahan yang digunakan.

“Ada beberapa lahan yang tentu saja berhasil cukup bagus, tapi ada lahan-lahan yang kemudian karena air, namanya juga tempatnya seperti itu, kadang-kadang kalau hujan sedikit dia langsung banjir, naik ke atas, tentu saja di situ gagal, tapi enggak seberapa,” ujarnya.

Baca juga:

Syahrul mengatakan, pemerintah akan terus mengintensifkan lahan pertanian di berbagai daerah untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

"Kelihatannya memang ini membutuhkan konsentrasi-konsentrasi untuk kita buat cadangan-cadangan lahan baru di beberapa tempat untuk mengantisipasi itu,” ujarnya.

Pemerintah saat ini tengah melakukan pengembangan lumbung pangan di berbagai daerah. Di antaranya di Sumatra Utara, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua.

Syahrul mengklaim, pengembangan food estate di sejumlah daerah berjalan dengan cukup baik. Salah satunya adalah di Kalimantan Tengah yang mampu meningkatkan produktivitas dari 3 ton menjadi di atas 4-5 ton.

Baca juga:

“Di Sumatra Utara bagus hasilnya, di Temanggung bagus, di Wonosobo bagus, di Sumba Tengah di NTT bagus,” katanya.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Kabar Baru Jam 8