Bagikan:

Jokowi Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan di Malang

Jokowi ingin memastikan para pasien mendapat pelayanan terbaik.

NASIONAL

Rabu, 05 Okt 2022 14:08 WIB

Jokowi Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan di Malang

Presiden Jokowi usai menjenguk korban tragedi Kanjuruhan di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang, Rabu (5/10/2022). (KBR/Eko Widianto)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menjenguk para korban tragedi Kanjuruhan yang dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang, Jawa Timur. Jokowi ingin memastikan para pasien mendapat pelayanan terbaik.

"Tadi saya sampaikan, saya berpesan pada para pasien korban di Stadion Kanjuruhan agar tetap semangat dan segera sembuh sehingga bisa beraktivitas kembali," kata Jokowi di RSUD Saiful Anwar Malang, Rabu (5/10/2022).

Jokowi memastikan seluruh biaya perawatan korban ditanggung pemerintah pusat dan daerah. Jokowi juga memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung tugas Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Kanjuruhan. Presiden ingin tim mengungkap akar masalah insiden tersebut.

"Saya benar-benar ingin tahu akar masalah penyebab tragedi ini, sehingga ke depan bisa mendapatkan solusi terbaik. Dan kita tahu sudah dibentuk tim pencari fakta independen yang diketuai Pak Menko Polhukam," ujarnya.

Baca juga:

Data terbaru Polri menyebutkan jumlah korban meninggal akibat tragedi Kanjuruhan sebanyak 131 orang. Hal itu dikonfirmasi Juru Bicara Polri Dedi Prasetyo sebagaimana dikutip dari Antara.

Jumlah tersebut diperoleh setelah dilakukan verifikasi dan pengecekan bersama Dinas Kesehatan, Tim DVI, dan direktur rumah sakit. Dedi menjelaskan, terjadi perbedaan informasi karena Tim DVI dan Dinkes awalnya mendata korban yang dibawa ke rumah sakit saja. Setelah dicocokkan, diketahui ada beberapa korban meninggal tidak di fasilitas kesehatan.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Kabar Baru Jam 8

Most Popular / Trending