Bagikan:

Indonesia Kerja Sama Litbang Vaksin dengan Farmasi Luar Negeri

"Kita kerja sama R and D (penelitian dan pengembangan, red)-nya tetapi tentunya lisensinya, mereknya punya kita dan memproduksi di kita,"

NASIONAL

Kamis, 13 Okt 2022 15:14 WIB

Presiden Jokowi didampingi menterinya saat peluncuran Vaksin IndoVac di PT Bio Farma, Bandung, Kamis

Presiden Jokowi didampingi menterinya saat peluncuran Vaksin IndoVac di PT Bio Farma, Bandung, Kamis (13/10/22). (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

KBR, Bandung - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui Indonesia masih tertinggal dari sisi pengembangan penelitian dan pengembangan vaksin virus korona.

Mengejar ketertinggalan itu, Indonesia, kata Erick, bekerja sama dengan perusahaan farmasi luar negeri, agar target kedaulatan di bidang kesehatan bisa terealisasi.

"Seperti yang ditandatangani kemarin di Inggris dengan Profactor. Jadi mirip yang tentunya kita lakukan hari ini, kita kerja sama R and D (penelitian dan pengembangan, red)-nya tetapi tentunya lisensinya, mereknya punya kita dan memproduksi di kita," katanya saat peluncuran vaksin covid-19 produksi PT Biofarma, IndoVac, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022)

Erick menjelaskan, kerja sama yang disepakati dengan perusahaan farmasi Inggris Profactor itu untuk vaksin hemofilia atau kekentalan darah.

Di kerja sama vaksin hemofilia itu, lanjut Erick, Indonesia menjadi hub (tempat singgah) produksi untuk vaksin dunia. Sedangkan Profactor akan mendistribusikan ke Eropa dan Amerika.

Berita terkait:

"Indonesia mendistribusikan tentunya untuk Asia, Afrika dan lainnya. Ini merupakan contoh kerja sama yang terus didorong kedepannya. Tentu langkah awal ini akan dilanjutkan dengan langkah-langkah selanjutnya," jelasnya.

Pengembangan vaksin yang sama juga dilakukan di vaksin IndoVac yang baru diluncurkan.

"Untuk penelitian dan pengembangan bibit vaksin IndoVac dikerjasamakan dengan berbagai negara. Sementara produksi termasuk komponen dilakukan di Indonesia," kata Erick Thohir.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kejar Tayang Pengesahan RKUHP