Bagikan:

Bahlil: Perekonomian Dunia Masih Sulit Diprediksi

"Bahwa ekonomi global kali ini tidak dapat diproyeksi oleh seorang pakar ekonomi manapun, dengan pengalaman emiris manapun, mungkin masih susah untuk kita memprediksi ekonomi global saat ini"

NASIONAL

Selasa, 04 Okt 2022 13:27 WIB

Bahlil: Perekonomian Dunia Masih Sulit Diprediksi

ilustrasi aktivitas pelabuhan. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

KBR, Jakarta - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kondisi perekonomian dunia masih sulit diprediksi. Menurutnya, kondisi ini harus tetap diwaspadai.

"Saya ingin mengatakan bahwa hari ini ekonomi global tidak menentu. Semuanya dalam kondisi gelap. Bahkan dalam kemarin, saya menjadi narasumber penanggap dari survei, saya katakan bahwa ekonomi global kali ini tidak dapat diproyeksi oleh seorang pakar ekonomi manapun, dengan pengalaman empiris manapun, mungkin masih susah untuk kita memprediksi ekonomi global saat ini," kata Bahlil dalam acara 'Orasi Ilmiah: Transformasi Ekonomi melalui Hilirisasi dengan Kearifan Lokal di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (04/10/2022).

Bahlil Lahadalia menyebut, dunia sedang berjuang menghadapi sulitnya pergerakan ekonomi, mulai dari perang dagang hingga pandemi covid-19.

"Yang pertama kita tahu pada tahun 2018-2019 terjadi perang dagang antara Cina dan Amerika. Belum selesai perang antara Cina dan Amerika, datang lagi persoalan Covid-19. Covid-19 melumpuhkan hampir sebagian ekonomi global. Hampir semua negara ekonominya defisit. Covid-19 belum selesai, muncul perang antara Ukraina dan Rusia," jelasnya.

Baca: Jokowi Selalu Pesankan Menkeu untuk Berhemat APBN

Bahlil melanjutkan, fantor penentu kondisi perekonomian paling besar saat ini adalah perang antara Ukraina dan Rusia, karena berdampak pada banyak sektor.

"Persoalan krisis energi, juga krisis pangan, adalah efek dari perang antara Ukraina dan Rusia. Rusia menyuplai 30 persen minyak dunia. Gandum kita di Indonesia impor semuanya dari Ukraina sama Rusia," ungkapnya.

Baca juga: Anggaran Khusus Pandemi Dihapus di RAPBN 2023, PKS Protes

Ia berharap mahasiswa selalu mengikuti perkembangan isu perekonomian global untuk meningkatkan kualitas ilmunya.

"Tahun 2045 menuju Indonesia emas, itu akan terwujud kalau generasi masa sekarang itu siap. Tidak hanya cukup siap untuk kuliah. Tapi harus siap juga dengan berbagai macam informasi," tambah Bahlil Lahadalia.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Kabar Baru Jam 8

Most Popular / Trending