Bagikan:

Anggota DPR: Status KLB Bukan Hanya untuk Wabah Penyakit Menular

Penetapan status KLB untuk penyakit ginjal akut akan berdampak pada penanganan yang lebih maksimal.

NASIONAL

Rabu, 26 Okt 2022 19:36 WIB

Anggota DPR: Status KLB Bukan Hanya untuk Wabah Penyakit Menular

Pasien anak ginjal akut di ruang PICU RSUD Zainal Abidin, Banda Aceh, Jumat (21/10/22). (Antara/Ampelsaa)

KBR, Jakarta - Desakan agar pemerintah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) penyakit ginjal akut makin menguat. Desakan salah satunya disuarakan Anggota Komisi Kesehatan DPR Netty Prasetiyani.

Menurutnya, tingkat keparahan penyakit harus jadi pertimbangan dalam KLB. Pernyataan itu disampaikan Netty sekaligus merespons pernyataan juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril yang menyebut KLB hanya untuk penyakit infeksi menular.

"Saya mendorong agar kasus atau fenomena ini bisa ditingkatkan statusnya menjadi kejadian luar biasa (KLB). Karena kejadian luar biasa ini tidak identik dengan penyakit yang mewabah. Tapi sebuah penyakit atau gangguan kesehatan yang melonjak kasusnya, kemudian angka kematiannya juga tinggi, dan memerlukan penanganan yang sistemik begitu ya," kata Netty saat dihubungi KBR, Rabu (26/10/2022).

Baca juga:

Netty mengatakan, penetapan status KLB untuk penyakit ginjal akut akan berdampak pada penanganan yang lebih maksimal.

"Karena dengan peningkatan status ini kita bisa memastikan bahwa penanganannya dilakukan dengan baik. Kemudian juga implikasi pembiayaannya juga bisa dipastikan dipenuhi oleh pemerintah seperti itu," imbuhnya.

Tim Independen

Netty juga memintah pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk menemukan penyebab pasti penyakit ginjal akut pada anak.

"Tentu saya meminta kepada pemerintah untuk segera membentuk TGIPF, untuk melakukan penelitian surveilans, apa yang menjadi penyebab dari gangguan ginjal akut progresif atypical pada anak Indonesia? Kemudian yang kedua, pemerintah perlu melakukan langkah-langkah koordinatif dengan kementerian dan lembaga yang lainnya," kata Netty.

Menurutnya, pengungkapan penyebab pasti penyakit ginjal akut pada anak harus dilakukan terlebih dulu. Setelah itu baru pengusutan dugaan pidana perusahaan farmasi yang menggunakan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) dengan konsentrasi sangat tinggi.

"Seharusnya ini dilakukan oleh pemerintah gitu, jangan kemudian tiba-tiba menjatuhkan vonis pada sesuatu yang sebetulnya belum dilakukan penelitian, penyelidikan, dan pencarian fakta yang utuh begitu," tuturnya.

Hingga kemarin, ada lebih 255 kasus penyakit ginjal akut, dengan 143 orang meninggal.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Episode 3: Mengapa Bisa Terjadi Kekerasan Seksual di Pesantren?

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending