covid-19

Wapres: 44 Persen Santri Miliki Potensi Ekonomi

Peran santri sangat dibutuhkan dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional pascapandemi COVID-19.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 22 Okt 2021 13:42 WIB

Author

Heru Haetami

44 Persen Santri Miliki Potensi Ekonomi

Pawai Hari Santri. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut 44,2 persen santri memiliki potensi ekonomi. Potensi itu kata dia, mulai dari pengembangan koperasi UMKM, ekonomi syariah, agribisnis, peternakan, perkebunan hingga vokasional.

Karena itu menurut Ma'ruf, peran santri sangat dibutuhkan dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional pascapandemi COVID-19.

"Para santri harus siap berkontribusi, terus berusaha dan berkarya di berbagai bidang untuk menggerakkan kembali roda perekonomian nasional," kata Ma’ruf Amin dalam pidato pembukaan diskusi daring GATRA, Kamis, (21/10/2021).

Baca juga:

Wapres mengklaim, pemerintah saat ini telah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan pesantren di tanah air. Penerbitan UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, dan Perpres No. 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren diklaim menjadi komitmen pemerintah memerhatikan keberadaan santri.

Selain itu, Wapres Ma'ruf menyebut, Kementerian Agama juga telah menyusun Kebijakan Kemandirian Pesantren serta menetapkan Peta Jalan Kemandirian Pesantren 2021–2024. Kebijakan ini diyakini memberikan arah dan panduan dalam pengembangan kemandirian pesantren.

Data Kementerian Agama mencatat, saat ini terdapat kurang lebih 4,76 juta santri di 34.652 pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?