covid-19

Upaya Kementerian PUPR dan Pemprov Jateng Kurangi Emisi Karbon

Berdasarkan data terakhir, timbulan sampah di Jateng pada 2020 mencapai 6 juta ton.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Okt 2021 13:36 WIB

Author

Muthia Kusuma

pengelolaan sampah rumah tangga

Pekerja memilah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Samtaku di kawasan Jimbaran, Badung, Bali, Jumat (10/9/2021). (FOTO: ANTARA/Fikri Yusuf)

KBR, Jakarta- Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berkomitmen mendukung pengurangan karbon di dunia pada peringatan Hari Habitat dan Hari Kota Dunia 2021.

Direktur Jenderal Cipta Karya PUPR, Diana Kusumastuti mengatakan komitmen itu tertuang dalam Instruksi Presiden Joko Widodo yang menargetkan pengurangan emisi karbon hingga 41 persen pada 2030. Salah satu caranya dengan mewujudkan permukiman dan perkotaan yang berkelanjutan melalui peningkatan kesadaran semua pihak.

"Sebagaimana juga tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Bahwa kebijakan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim, ini akan menekan prioritas pada lima sektor. Yaitu penanaman limbah dan ekonomi sekular, pengembangan industri hijau, pembangunan energi yang berkelanjutan, rendah karbon laut dan pesisir serta pemulihan lahan yang berkelanjutan," ucap Diana dalam webinar, Selasa, (19/10/2021).

Direktur Jenderal Cipta Karya PUPR, Diana Kusumastuti mencatat, saat ini 56,7 persen penduduk tinggal di perkotaan. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat menjadi 66 persen pada 2035.

Karena itu, menurutnya, perlu menyiapkan bangunan yang potensial untuk mendukung pengurangan karbon. Semisal dengan membangun gedung hijau, rusun hemat energi, dan mengurangi karbon dari sektor persampahan.

Program itu juga diperkuat dengan payung hukum melalui Permen PUPR tentang Bangunan Gedung Hijau dan Permen tentang Penyelenggaraan Konstruksi Berkelanjutan.

Baca juga:

Target Pengurangan Sampah Jawa Tengah

Pada kesempatan sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menargetkan pengurangan sampah sebanyak 30 persen dari sampah rumah tangga dan sampah sejenis pada 2025. 

Caranya antara lain melalui program kerja pembatasan timbulan sampah, pendaur ulang sampah, dan pemanfaatan kembali sampah. Kata dia, salah satu peran pemda yaitu mengurangi sampah dari sumbernya. 

"Kayanya kita harus lebih keras lagi, ini kalau saya lihat, pipa-pipa gede begini saya sudah gondok betul. Padahal kemarin saya sudah ngancem-ngancem ya kepada beberapa perusahaan ya ternyata tidak sesederhana itu, kita mesti mengajak aparat penegak hukum untuk punya komitmen karena seringkali kita mau melakukan tindakan hukum kepada mereka, ini lagi banyak yang mau kita gerakan ekonominya. Kita investigasi ketahuan, langsung disemen saja, langsung diproses, sudah deh tidak usah ragu-ragu," ucap Ganjar melalui webinar, Selasa, (19/10/2021).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencatat peningkatan jumlah timbulan sampah sejak 2018. Rinciannya, 5,4 juta ton pada 2018, kemudian bertambah menjadi 5,6 juta ton pada tahun berikutnya.

Baca juga:

Berdasarkan data terakhir, timbulan sampah di Jateng pada 2020 mencapai 6 juta ton. Karena itu dia mengajak partisipasi aktif dari masyarakat untuk mewujudkan pengurangan karbon sejak dari rumah, salah satunya dengan mengelola sampah rumah tangga.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?