covid-19

Upacara Penetapan Komcad, Jokowi: Mobilisasi Kepentingan Pertahanan

"Perlu saya tegaskan komponen cadangan tidak boleh digunakan untuk lain, kecuali kepentingan pertahanan."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 07 Okt 2021 11:24 WIB

Upacara Penetapan Komcad, Pusdiklatpassus, Bandung Barat, Jabar, Kamis (07/10/21). (Setpres)

Upacara Penetapan Komcad, Pusdiklatpassus, Bandung Barat, Jabar, Kamis (07/10/21). (Setpres)

KBR, Jakarta-  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa anggota komponen cadangan (komcad) hanya dapat dimobilisasi oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Sementara, komando dan kendalinya berada di Panglima TNI.

Presiden menekankan bahwa komcad hanya dipergunakan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara. Itu disampaikan Jokowi saat menetapkan 3.103 komponen cadangan di Batujajar, Jawa Barat, Kamis (7/10).

"Artinya tidak ada anggota komponen cadangan yang melakukan kegiatan mandiri. Perlu saya tegaskan komponen cadangan tidak boleh digunakan untuk lain, kecuali kepentingan pertahanan. Komponen cadangan hanya untuk kepentingan pertahanan dan kepentingan negara," ucap Jokowi di Batujajar, Jawa Barat, Kamis (7/10/2021).

Kepala negara mengatakan masa aktif komcad tidak setiap hari dan setiap saat. Setelah penetapan, maka setiap anggota akan kembali ke profesinya masing-masing.

Presiden menuturkan, masa aktif komponen cadangan hanya pada saat mengikuti pelatihan dan pada saat mobilisasi. Anggota komcad, kata Presiden, harus selalu siaga jika dipanggil negara.

"Komcad dikerahkan bila negara dalam keadaan darurat militer atau keadaan perang," tuturnya.

Baca juga:

- Kajian Komnas HAM: Alasan Penggunaan Komponen Cadangan Bias

Urusi Lumbung Pangan, Kemenhan akan Rekrut Komponen Cadangan

Sebelumnya, pendaftaran komponen cadangan dilakukan pada 17-31 Mei 2021. Sementara seleksi dilakukan  1-17 Juni 2021, latihan dasar kemiliteran dari 21 Juni sampai 18 September 2021.

Penetapan 3.103 anggota komponen cadangan, terdiri dari Rindam Jaya 500 orang, Ridam III Siliwangi 500 orang, Rindam IV Diponegoro 500 orang, Rindam V Brawijaya 500 orang, Rindam XII Tanjungpura 499 orang, dan Universitas Pertahanan 604 orang.

Editor: Rony SItanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Popsiklus, Pemain Lama Bisnis Daur Ulang yang Makin Relevan