covid-19

Tingkat Kepercayaan Publik Turun, Kapolri Ingatkan Introspeksi Diri

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri makin menurun.

NASIONAL

Rabu, 27 Okt 2021 23:37 WIB

Tingkat Kepercayaan Publik Turun, Kapolri Ingatkan Introspeksi Diri

Anggota Polri melakukan pemulihan trauma pascakerusuhan di Wamena, Papua, Sabtu (12/10/2019). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengingatkan jajarannya untuk selalu introspeksi diri menghadapi situasi dan harapan masyarakat. Sebab menurutnya, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri makin menurun. Dari semula 72 persen di Juni, menurun menjadi 67 persen pada bulan ini.

"Karena menjadi penting meningkatkan kepercayaan publik, meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap suatu organisasi. Sehingga pada saat kita menuntaskan tugas-tugas, maka akan jauh lebih mudah," kata kapolri saat memberi sambutan di acara Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61, dan Sespimma Polri Angkatan ke-66, di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).

Kepercayaan publik ke Polri diperburuk munculnya tagar #PercumaLaporPolisi. Sigit mengakui, tagar itu muncul lantaran ada penanganan masalah tak sesuai prosedur, tindakan anggota yang tidak simpati, hingga kekecewaan masyarakat yang bertumpuk. Sigit memerintahkan jajarannya lebih peka merespons harapan masyarakat.

"Jadi ini yang selalu saya ingatkan, saya sampaikan. Dan tentunya ini bukan aib, tapi adalah suatu tantangan, introspeksi kita untuk ke depan kita menjadi jauh lebih baik. Dan tentunya, kuncinya pertanyaannya: apakah kita mau melaksanakan itu dan apakah kita mau berubah," katanya.

Tidak Antikritik

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajarannya tidak antikritik dan tidak mudah terpancing emosi. Dia khawatir emosi yang tak terkontrol berpotensi menjadi masalah bagi institusi Polri.

Sigit memaparkan, beberapa faktor yang memengaruhi anggota melakukan pelanggaran antara lain gaya hidup, budaya organisasi, hingga integritas anggota.

Kapolri berjanji bakal memberi penghargaan kepada anggota yang berprestasi. Namun dia juga menegaskan, bakal segera menindak tegas anggota yang melanggar.

"Dan saya ingatkan, saya dan juga seluruh rekan-rekan pejabat utama punya komitmen yang sama. Terhadap anggota yang sudah kerja keras di lapangan, yang sudah capek meninggalkan anak istri, dan kita tahu kerjanya bagus, kami berkomitmen untuk memberikan reward. Dan ini tolong dicatat kalau saya lupa," ujarnya.

"Namun terhadap anggota yang melakukan penyimpangan dan itu berdampak buruk terhadap organisasi, maka saya minta untuk rekan-rekan tidak ragu-ragu melakukan tindakan tegas. Karena ini untuk kepentingan organisasi. Dan mohon maaf, kalau tidak mampu membersihkan ekor, maka kepalanya yang saya potong," tegasnya.

Baca juga:

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Popsiklus, Pemain Lama Bisnis Daur Ulang yang Makin Relevan