covid-19

Strategi Mentan Atasi Harga Telur yang Anjlok di Pasaran

Salah satu efek dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

BERITA | NASIONAL

Rabu, 06 Okt 2021 21:23 WIB

Harga Telur Ayam Ras Anjlok, Mentan Siapkan Strategi Ini

Ilustrasi pekerja mengumpulkan telur di sebuah peternakan ayam di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/4/2020). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo akan segera menerapkan strategi khusus, guna mengatasi anjloknya harga telur ayam ras di pasaran.

Mentan mengatakan dua strategi itu ialah, penguatan hilirisasi telur ayam ras melalui pembuatan industri pengolahan telur, dan penyerapan melalui program bantuan sosial (bansos).

"Beberapa agenda dipersiapkan untuk menangani itu. Untuk agenda permanennya dibuatkan industri telur yang ada dan seperti itu dalam perencanaan yang lain. Di satu sisi, bagaimana hasil-hasil ini bisa terjualkan terbelikan dan termasuk dalam program-program katakanlah penggunaan dari bansos-bansos yang memungkinkan untuk itu," ucap Syahrul usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu, (6/10/2021).

Baca juga: Harga Pakan Mahal, Peternak Minta Solusi dari Pemerintah

Mentan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan penyebab anjloknya harga telur ayam ras, yakni karena melimpahnya stok akibat tidak terserap oleh pasar. Menurutnya, hal itu salah satu efek dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Karena hotel, restoran, dan toko-toko yang tidak maksimal karena PPKM kemarin, ini harus menjadi penyikapan-penyikapan yang dilakukan lintas sektor. Salah satu yang kami tangani adalah membantu peternak langsung terhadap kebutuhan pakan, dalam hal ini jagung didekatkan ke sentra-sentra pertanian," tuturnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga telur di pasaran anjlok, sehingga menjadi sorotan. Misalnya di Jakarta. Mengutip laman Informasi Pangan Jakarta, pada 10 September 2021, rata-rata harga jual telur ayam ras tingkat konsumen, terendah Rp19.000 per kilogram.

Padahal berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 70 Tahun 2020, harga acuan pembelian di tingkat petani Rp19.000-Rp21.000 per kilogram. Sementara harga acuan penjualan di tingkat konsumen sebesar Rp24.000 per kilogram.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Popsiklus, Pemain Lama Bisnis Daur Ulang yang Makin Relevan