Setelah Blok Rokan Kembali ke Pangkuan...

Momen Pertamina untuk mewujudkan komitmen kedaulatan energi

Senin, 04 Oktober 2021

KBR, Jakarta - Selain emas Olimpiade Tokyo 2021, alih kelola Blok Rokan banyak diklaim sebagai kado kemerdekaan RI. Namun, tidak sedikit juga yang menganggap pengambilalihan blok migas di Riau oleh Pertamina itu biasa saja, karena kontraknya memang sudah habis. 

Apa pandangan pengamat ekonomi energi UGM Fahmy Radhi?

"Tanpa ada upaya dan komitmen, barangkali akan sulit juga untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Karena sebelumnya memang sudah dikuasai oleh pengusaha asing. Dan kalau itu dikatakan sebagai wujud kedaulatan energi, saya kira benar juga," kata Fahmi

Blok Rokan resmi dikelola Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Rokan pada 9 Agustus 2021. Sebelumnya, selama hampir 70 tahun dioperatori oleh PT Chevron Pasific Indonesia.

Fahmy menyebut kembalinya Blok Rokan jelas layak diapresiasi sebagai bukti komitmen pemerintahan Joko Widodo. Namun, masih ada tantangan berat selanjutnya terkait pemanfaatannya agar bisa memenuhi amanat konstitusi.

"Kalau kedaulatan energi yang mendasarkan pada konstitusi yang mengatakan bahwa semua kekayaan alam itu dikuasai oleh negara, yang lebih penting adalah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Kalau sudah dikuasai tapi produksinya menurun, ini mengurangi kemakmuran rakyat," lanjut Fahmy.

Pengamat ekonomi energi UGM Fahmy Radhi. (Foto: dok pribadi)

Blok Rokan diyakini masih memiliki 'harta karun' yang berlimpah. Namun, perlu formula jitu dan kerja keras untuk menggalinya.

"Di Blok Rokan itu ada sumur-sumur yang sangat potensial untuk menghasilkan minyak dan gas. Hanya memang perlu ada upaya penggunaan teknologi," tutur dia.

Pertamina mesti mampu memetik pelajaran dari alih kelola blok migas sebelumnya seperti Blok Mahakam. Setelah dikelola perusahaan negara, blok itu malah turun produksinya.

"Kita tunggu saja, apakah setelah dikelola turun seperti Blok Mahakam produksinya atau bisa naik, atau minimal bisa bertahan samalah dengan produksi saat dipegang Chevron," ujar Fahmy.

Simak ulasan lengkap pengamat ekonomi energi UGM Fahmy Radhi tentang Blok Rokan dan opsi strategi optimalisasi produksinya.