covid-19

Said Aqil Siradj: Jika Diminta Lagi, Siap Pimpin PBNU 3 Periode

Said Aqil Siradj: Jika Diminta Lagi, Siap Pimpin PBNU 3 Periode

BERITA | NASIONAL

Kamis, 07 Okt 2021 23:44 WIB

PBNU

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj saat kunjungan ke Ponpes Mambaul Maarif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/10/2021). (Foto: KBR/Muji Lestari)

KBR, Jombang - KH Said Aqil Siradj menyatakan siap maju lagi dalam pemilihan ketua umum (Ketua Tanfidzyah) PBNU, pada Muktamar ke -34 Nahdlatul Ulama.

Hal ini disampaikan Said Aqil Siradj saat berziarah ke makam KH Bisri Syansuri, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di kompleks Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/10/2021).

Said Aqil mengelak jika kedatangannya ke Jombang ini bentuk konsolidasi menjelang pelaksanakan Muktamar.

Dia mengatakan ziarah makam merupakan tradisi hal yang biasa dilakukan warga Nahdliyin, terlebih untuk para pendiri NU.

"Kalau diminta saya siap maju, kalau nggak (diminta) ya enggak. Kita lihat saja nanti," kata Said Aqil.

"Ini dari konsolidasi?" tanya wartawan.

"Sama sekali enggak, saya ziarah ke kiai sepuh hal yang biasa," jawabnya. "Ziarah kubur merupakan prinsip saya, di mana-mana ulama aulia, ketika saya masuk ke suatu daerah, apalagi ke pendiri NU, Tebuireng, Denanyar, Tambakberas. Tapi karena ada pandemi COVID-19 ini, dua tahun saya tidak kesini."

Baca juga:


Said Aqil sudah memimpin PBNU sebagai Ketua Tanfidzyah dua periode, yaitu periode 2010-2015, serta periode 2015-2020.

Setibanya di Denanyar, Said Aqil disambut sejumlah pengurus pesantren, diantaranya Abdussalam Sohib atau Gus Salam yang juga sebagai Wakil Ketua PWNU Jatim.

Di makam KH Bisri Syansuri, Said Aqil beserta rombongan melakukan zikir dan doa bersama serta tabur bunga.

Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama rencananya akan diselenggarakan di Palembang pada 23-25 Desember 2021. Dalam Konferensi Besar NU diputuskan, jadwal muktamar diundur dari jadwal semula Oktober 2021 karena pandemi.

Said Aqil mengatakan sejauh ini belum diputuskan sistem apakah yang akan diterapkan dalam pelaksanaan muktamar nanti. Keputusan masih menunggu hasil musyawarah lebih lanjut.

"Soal sistem apa nanti, lihat saja. Kalau Satgas mengizinkan, ya kami akan luring (luar jaringan). Kalau panitia sudah siap, sudah satu tahun disiapkan," katanya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Sistem Dukungan dalam Pengambilan Keputusan

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7