covid-19

Penyebab Stigma Negatif Polri Menurut Mahfud MD

Mahfud juga memaparkan ada 4 ribuan surat aduan dari masyarakat kepada Kompolnas terkait kinerja Polri.

BERITA | NASIONAL

Senin, 04 Okt 2021 17:05 WIB

Mahfud Klaim Tindakan Represif Jadi Stigma Negatif Polri

Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sekaligus Menko Polhukam, Mahfud MD. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mahfud MD menyebut tindakan represif anggota kepolisian menjadi stigma negatif yang dulu melekat pada institusi Polri.

Kata Mahfud, tindakan represif itu berkaitan dengan upaya kepolisian dalam menangani kasus kejahatan dan kesewenang-wenangan terhadap masyarakat.

Tindakan-tindakan itu menurut Mahfud, sering menjadi pemberitaan yang akhirnya dikonsumsi masyarakat.

"Sehingga citra kepolisian sempat memudar. Itulah masa lalu kita. Sebagai bagian dari masyarakat, Polri sudah seharusnya mampu menjadi wadah pengayom yang memberikan rasa aman tanpa harus menimbulkan stigma negatif. Itulah masa depan kita," kata Mahfud saat membuka Rakorwas Kompolnas dan Polri Tahun 2021 secara daring, Senin (3/10/2021).

Baca juga: Polisi Paling Banyak Diadukan soal Dugaan Pelanggaran HAM

Ketua Kompolnas Mahfud MD menambahkan, stigma negatif yang melekat pada Polri memengaruhi tingkat kepercayaan dari masyarakat.

Sehingga bisa mengganggu kerja sama dengan elemen masayrakat dalam penegakan hukum dan keadilan.

Mahfud menilai, gagasan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yakni Polri Presisi (prediktif, responsibilitas, transparan, berkeadilan), diharapkan mampu membangun kepercayaan masyarakat kepada Polri yang sempat memudar. Kompolnas kata Mahfud, akan memberi penguatan pada implementasi program tersebut.

Sebelumnya, Mahfud juga memaparkan ada 4 ribuan surat aduan dari masyarakat kepada Kompolnas terkait kinerja Polri. Aduan itu masuk selama rentang Agustus 2020 hingga Agustus 2021.

Jenis aduan yang paling banyak dilaporkan yakni terkait buruknya pelayanan, penyalahgunaan wewenang, dan diskriminasi.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Mampukah Polisi Respons Cepat Kasus yang Libatkan Anggotanya?