covid-19

Pakar Kritik Timsel KPU: Serasa Timses

"Pansel ini menurut saya, ini agak berbahaya."

BERITA | NASIONAL

Senin, 18 Okt 2021 14:49 WIB

Pembentukan tim seleksei anggota KPU dan Bawaslu menuai kritik

Mendagri Tito Karnavian dan anggota tim seleksi anggota KPU dan Bawaslu 2022-2027 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa, (12/10). Foto:Kemendagri.go.id

KBR, Jakarta- Pakar hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar, mengkritik komposisi pembentukan tim panitia seleksi (timsel) pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Saya membayangkan orang yang paham kepemiluan. Ini kan timsel KPU miskin orang yang paham kepemiluan. Enggak banyak, miskin banget. Padahal menurut saya harusnya di sinilah substansinya. Apakah tidak boleh masuk politis? Boleh. Masuknya nanti di fit and proper. Presiden kalau mau nitip orang, titip di partai pendukung. Jangan di sini (di pansel)," kata Zainal dalam diskusi daring, Minggu (17/10/2021).

Menurut Zainal, timsel KPU serasa tim sukses (timses) politik. Kata dia, semestinya Presiden Joko Widodo tidak memasukkan figur-figur politis di komposisis timsel. Sebab di dalam timsel ada tahapan yang substantif.

"Makanya saya selalu mengkritik, enggak perlu sebenarnya. Apalagi pilihan orang itu menjadi berganda-berganda. Ada yang akademisi sekaligus menjadi utusan pemerintah misalnya, karena dia memegang jabatan tertentu," kata Zainal dalam diskusi daring, Minggu (17/10/2021).

Baca juga:

Ada Dugaan Intervensi

Pakar hukum tata negara dari UGM Zainal Arifin Mochtar menduga, ada intervensi dengan cara memainkan susunan timsel KPU. Dia menilai, pembentukan timsel KPU ini mirip pembentukan pansel KPK yang sempat menimbulkan kontroversi, dua tahun lalu.

"Pansel ini menurut saya, ini agak berbahaya," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan 11 orang sebagai Anggota Tim Seleksi (Timsel) KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dalam Keputusan Presiden, Juri Ardiantoro menjabat sebagai Ketua Timsel merangkap Anggota. Chandra M Hamzah sebagai Wakil Ketua merangkap Anggota, Bahtiar sebagai Sekretaris merangkap Anggota.

Kemudian delapan nama lain yang menjabat sebagai Anggota yakni Edward Hiariej, Airlangga Pribadi Kusman, Hamdi Muluk, Endang Sulastri, I Dewa Gede Palguna, Abdul Ghaffar Rozin, Betti Alisjahbana, dan Poengky Indarti.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?