covid-19

LaporCovid-19 Dorong Pemerintah Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Berdasarkan temuan LaporCovid-19, masih banyak masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan Covid-19. Hal itu dipicu oleh sejumlah pelonggaran aktivitas masyarakat di tempat umum.

BERITA | NASIONAL

Senin, 04 Okt 2021 14:47 WIB

Gelombang ketiga Covid-19

Mural tentang Covid-19 di Pinang, Tangerang, Banten. (FOTO: ANTARA/Fauzan)

KBR, Jakarta - Pemerintah dan masyarakat diminta jangan lengah mengantisipasi ancaman gelombang ketiga Covid-19 di tanah air. Berdasarkan temuan LaporCovid-19, masih banyak masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan Covid-19. Hal itu dipicu oleh sejumlah pelonggaran aktivitas masyarakat di tempat umum.

Relawan Laporcovid-19 Milya Urfa mengatakan, kondisi itu diperparah dengan tidak meratanya vaksinasi Covid-19 di pelbagai daerah. Kata Milya, banyak masyarakat umum yang masih sulit mengakses vaksin.

"Sebenarnya kalau kita mau membandingkan dengan peak yang di bulan Juli itu kan memang sangat tinggi-tingginya kan? Bahkan itu juga disebut sebagai bencana karena faskesnya juga kolaps, nakesnya juga kolaps, angka positifnya juga semakin banyak setiap harinya, bisa sampai puluhan ribu. Nah kalau sekarang kan memang turun ya memang turun, tapi tidak bisa dipungkiri itu adalah tanda bahwa penyebaran itu masih ada, dan itu tidak bisa dibiarkan," kata Ulfa saatdihubungi KBR, Senin, (4/10/2021).

Baca juga:

Relawan Laporcovid-19 Milya Urfa mengatakan, pemerintah perlu meningkatakan vaksinasi dan pengawasan prokes sampai ke daerah-daerah, guna mengantisipasi potensi gelombang ketiga Covid-19. Selain itu, dia juga mendorong peningkatan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan, serta memaksimalkan penggunaan aplikasi Pedulilindungi untuk mendeteksi penularan Covid-19 di Indonesia.

"Pertama, tentu kalau kita berkaca dengan gelombang dua, itu kita juga tidak ada yang tahu soal varian baru, kemudian sampai masuk ke Indonesia. Menurutku yang harus diperhatikan, pertama vaksinasi, itu harus merata, kan ada orang-orang yang mengaku dia sudah dapat booster, sedangkan masih ada juga orang-orang yang kesulitan mendapatkan vaksin dosis 1. Yang kedua, kembali ke penjagaan prokes," pungkasnya.

Editor: Muthia Kusuma Wardani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ramai Cukai Rokok Mau Naik, Apa Kata Pakar dan DPR?