covid-19

Klaster Covid PTM SD di Solo, Dinkes: 46 Siswa dan Guru Positif

"Segera dilakukan tracing, ya mudah-mudahan cepat. Tracing dan testing. Supaya kita bisa lakukan treatment (klaster covid PTM SD)"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Okt 2021 08:10 WIB

Klaster Covid PTM SD di Solo, Dinkes: 46 Siswa dan Guru Positif

Klaster Covid PTM SD, Dinkes Solo gelar tes PCR acak. (Antara)

KBR, Solo-    Pemkot Solo, Jawa Tengah menyatakan adanya temuan kasus covid saat Pembelajaran tatap muka PTM. Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan ada 46 siswa dan guru di 5 Sekolah Dasar yang terkonfirmasi positif covid. 

Menurut Siti, pemkot terus melakukan tracing dan penerapan isolasi mandiri bagi klaster Covid PTM SD.

"Untuk segera dilakukan tracing, ya mudah-mudahan cepat. Tracing dan testing. Supaya kita bisa lakukan treatment, kalau tidak segera bisa menyebar ke mana-mana. Jadi yang kontak di sekolah, misal siswa A positif covid, nggak ditanya kamu kontak di sekolah dengan si A atau nggak, kita ambil semua testing swab. Tetapi di lingkungan keluarga si A itu kita mekanisme surveilans kita cari kontak langsungnya. Totalnya ada 46 siswa dan guru SD di 5 SD di Solo." Ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Solo, Siti Wahyuningsih terkait klaster Covid PTM SD.

Lebih lanjut Siti mengungkapkan kondisi puluhan siswa dan guru SD yang terkonfirmasi positif dalam kondisi sehat. Usia siswa yang terkonfirmasi masih dibawah 11 tahun dan belum mendapat vaksinasi COVID.

Pemkot Solo menggelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di berbagai sekolah tingkat dasar hingga menengah berlangsung selama sebulan ini. PTM dilakukan secara bertahap dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 

Baca juga: 74 Siswa Terpapar Covid-19 di Cilacap, Dinas Pendidikan: Bukan Klaster PTM Sekolah

Sedangkan vaksinasi pelajar di Solo dilakukan untuk tingkat SMP dan SMA. Ada 70 ribu pelajar di Solo yang menjadi sasaran vaksinasi.

Penutupan Sekolah

Pemerintah Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, menutup sementara empat sekolah akibat warga sekolah yang terpapar positif COVID-19 pada kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM). Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, keputusan itu diambil setelah dirapatkan dengan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkompimda). 

Dikutip dari Antara, Gibran mengatakan sesuai dengan aturan maka penutupan sekolah tersebut akan dilakukan selama 2 minggu. Meski demikian, ada kemungkinan akan ada perlakuan khusus.

"Seperti di SD Kristen Manahan itu bisa satu bulan karena di situ banyak ditemukan kasus COVID-19," ujar dia.

Gibran mengatakan, saat ini ada puluhan kasus COVID-19 yang sudah ditemukan untuk klaster PTM.

"Itu masih sedikit-sedikit, yang paling banyak SD Kristen Manahan. Ini kita evaluasi, saya cek identitasnya juga banyak yang dari Karanganyar," kata Gibran Rakabuming Raka.

Ia mengatakan total ada empat sekolah yang ditemukan kasus COVID-19, yakni SD Kristen Manahan, SDN Mangkubumen Kidul, SDN Semanggi Lor, dan SD Islam 1 Jamsaren.

PTM Tidak untuk SD

Sebelumnya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyarankan pembelajaran tatap muka (PTM) hanya diperuntukan bagi jenjang sekolah menengah pertama (SMP) ke atas. Menurut Komisioner KPAI Retno Listyarti, potensi penularan virus pada anak di jenjang ini lebih kecil lantaran mereka telah menerima vaksinasi COVID-19.

"Kalau dorongan buka sekolah itu, kami jadi ditentukannya pakai vaksin. Vaksinnya 70 persen di sekolah itu sudah divaksin baik guru maupun anak. Lalu bagi yang belum divaksin seperti kelas bawah, SD apalagi TK sebaiknya tidak buka. Karena tadi vaksinasinya ngelindungin anak-anak. Kalaupun dia tertular maka  gejalanya menjadi ringan. Itu yang kami justru jadikan sebagai indikator," kata Retno kepada KBR, Selasa (28/9/2021).

Komisioner KPAI Retno Listyarti juga meminta pemerintah untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan PTM. Ia mengungkapkan, selama PTM digelar masih ditemukan sekolah yang melanggar protokol kesehatan.

Baca juga: Mendikbud: Semua Wilayah PPKM Level 1-3 Boleh Belajar Tatap Muka

Kata Retno, pelanggaran prokes tersebut didapati KPAI saat meninjau pelaksanaan PTM secara langsung di berbagai wilayah.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Sistem Dukungan dalam Pengambilan Keputusan

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7