covid-19

Jokowi Perintahkan Jajaran Waspadai Gelombang Tiga Covid-19

Pelonggaran pembatasan membuat mobilitas dan aktivitas masyarakat semakin tinggi.

BERITA | NASIONAL

Senin, 25 Okt 2021 19:22 WIB

Jokowi Perintahkan Jajaran Waspadai Gelombang Tiga Covid-19

Presiden Joko Widodo. Foto: Kemenpora

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mewanti-wanti jajarannya untuk mewaspadai ancaman gelombang ketiga Covid-19. Hal itu disampaikan Koordinator PPKM Jawa-Bali sekaligus Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan saat rapat terbatas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (25/10). 

"Hal tersebut berkaitan dengan adanya peningkatan kasus di 105 kota dan kabupaten seluruh Indonesia. Meskipun hal tersebut masih terkontrol dengan sangat baik. Tapi, kami melihat ada indikasi naik turun naik turun itu. Tentu harus kita waspadai. Makanya banyak langkah-langkah yang kita lakukan. Terkadang mungkin dianggap terlalu ketat. Tapi kita enggak punya pilihan," kata dia saat konferensi pers daring usai rapat Evaluasi PPKM (25/10/21)

Menko Luhut Panjaitan mengatakan kepala negara juga memerintahkan untuk terus memerhatikan secara detail kota dan kabupaten yang mengalami peningkatan kasus, serta mengintervensi wilayah-wilayah tersebut. Selain itu kata Luhut, percepatan vaksinasi juga harus terus dilakukan terutama untuk lanjut usia (lansia).

"Harus segera kembali dijaga dan dipertegas pengawasannya. Karena kunci dari pelonggaran PPKM ialah manajemen pengawasan lapangan," tambahnya.


Baca juga:

Rumah Sakit Diminta Waspada

Sementara itu, Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) menginstruksikan seluruh rumah sakit siaga menghadapi potensi gelombang ketiga pandemi Covid-19. 

Sekretaris Jenderal PERSI, Lia Partakusuma mengatakan kesiapsiagaan dan penguatan sistem pelayanan kedaruratan kesehatan menjadi hal penting, agar peristiwa kolapsnya sejumlah rumah sakit tidak kembali terulang.

"Pembelajarannya apa, pada waktu dulu kita tidak siap dalam kedaruratan istilahnya kita sebutkan kedaruratan non-alam atau biologis tiba-tiba. Jadi belakangan sudah kita sebarluaskan, kalau ada kedaruratan dan bagaimana tindakannya itu kita sebut sebagai surge capacity. Misalnya rumah sakit punya tempat tidur 10, terus tiba-tiba kita harus mengembangkan 20 itu harus seperti apa," ujar Lia kepada KBR, Senin (25/10/2021).

Sekjen PERSI Lia Partakusuma mengatakan saat ini pelonggaran pembatasan membuat mobilitas dan aktivitas masyarakat semakin tinggi. Kondisi ini berpotensi membuat lonjakan kasus Covid-19 pada akhir tahun. 

Ia mengklaim, keterisian rumah sakit memang berada di bawah lima persen, namun persiapan infrastruktur, logistik dan SDM harus tetap dilakukan sedini mungkin.


Editor : Dwi Reinjani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?