covid-19

Epidemiolog Minta Semua Peserta PON Papua Dikarantina Selama 7 Hari

Prokes Covid-19 itu harus dilaksanakan seluruh pihak yang terlibat dalam PON, termasuk para pejabat agar mencegah terjadinya ledakan kasus Covid-19.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 06 Okt 2021 17:03 WIB

Kasus Covid-19 PON Papua

Petugas memeriksa suhu tubuh warga sebelum melakukan vaksinasi ditengah pelaksaan PON Papua di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua (FOTO: ANTARA/Agung)

KBR, Jakarta - Atlet dan ofisial Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua harus dikarantina minimal 7 hari saat tiba di kota asal. Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menjelaskan, karantina mandiri itu dilakukan baik ada ataupun tidak ada kasus Covid-19 pada PON.

Kata Dicky, prokes Covid-19 itu harus dilaksanakan seluruh pihak yang terlibat dalam PON, termasuk para pejabat agar mencegah terjadinya ledakan kasus Covid-19.

"Jadi sekarang sekali lagi disiplin dalam sistem bubblenya, meminimalisir dan mencegah kontak dari luar. Kemudian di komunitas sendiri di wilayah yang terdapat PON itu, ya harus ditingkatkan, tidak hanya ke komunitas, terutama dicari orang-orang yang nonton. Kalau perlu disampling atau yang menjadi relawan dites, itu yang harus dilakukan," ucap Dicky saat dihubungi KBR, Rabu, (6/10/2021).

Baca juga:

Cegah Penularan Covid-19, Atlet PON Papua Dipantau Usai PON

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman juga mendorong evaluasi terhadap protokol kesehatan Covid-19 pada PON XX Papua. Dia meminta evaluasi itu disampaikan kepada publik agar menjadi pembelajaran bersama bagi pihak yang ingin menyelenggarakan kegiatan berskala besar lainnya.

Selain itu, tranparasi evaluasi penerapan prokes Covid-19 itu juga dipandang perlu agar penularan virus Covid-19 pada kegiatan serupa tidak terulang.

Sebelumnya, sebanyak 29 atlet dan ofisial pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani pemeriksaan PCR di sejumlah fasilitas kesehatan di Papua. Puluhan peserta PON yang terinfeksi korona itu berasal dari empat klaster penyelenggaraan. Kini mereka tengah menjalani isolasi mandiri Covid-19 dengan gejala ringan dan tanpa gejala.

Editor: Muthia Kusuma Wardani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?