covid-19

Capaian Vaksinasi Daerah Rendah, Wapres Minta Bantuan TNI-Polri

"Pemerintah mengharapkan TNI dan Polri agar terus membantu peningkatan percepatan vaksinasi di daerah yang masih rendah capaian vaksinasinya"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 06 Okt 2021 12:12 WIB

PPKM diperpanjang

Wapres Maruf Amin menyampaikan sambutan pada Seminar Sekolah Sespimti dan Sespimen Polri, Rabu (06/10). (Setwapres)

KBR, Jakarta -  Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta seluruh jajaran TNI dan Polri, membantu  meningkatkan percepatan vaksinasi COVID-19 di daerah yang tingkat capaiannya masih rendah. Menurutnya, fokus vaksinasi pada wilayah aglomerasi perlu ditingkatkan agar kekebalan komunal atau herd immunity di Indonesia segera tercapai

Itu disampaikan Ma’ruf saat menyampaikan pidato kunci pada seminar Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-30 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-61 secara daring, Rabu (6/10/2021).

"Pemerintah mengharapkan TNI dan Polri agar terus membantu peningkatan percepatan vaksinasi di daerah yang masih rendah capaian vaksinasinya, termasuk di daerah aglomerasi. Kita juga mencatat bahwa masih banyak daerah yang tertinggal dalam capaian vaksinasi," ucap Ma'ruf pada pidato  daring, Rabu (6/10/2021).

Wapres mengatakan capaian vaksinasi COVID-19 di sejumlah daerah tercatat masih rendah dan berpengaruh terhadap level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Namun, dengan adanya dukungan dari TNI dan Polri kepada pemerintah daerah, maka level PPKM dapat mengalami perbaikan.

Baca juga:

LaporCovid-19 Dorong Pemerintah Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19


Menurut Wapres, jika capaian vaksinasi COVID-19 di daerah semakin meningkat, maka insentif yang diperoleh ialah penurunan terhadap level PPKM dan pelonggaran bagi kegiatan masyarakat. Wapres turut mengapresiasi seluruh anggota TNI dan Polri yang telah berperan dalam program percepatan vaksinasi COVID-19 nasional.

"Langkah ini (peningkatan vaksinasi COVID-19) juga akan disertai dengan insentif berupa penurunan level PPKM di wilayah yang dapat memenuhi target vaksinasi yang telah ditetapkan," pungkasnya. 

Perpanjangan PPKM

Pemerintah melalui Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Perpanjangan PPKM itu terhitung sejak 5 hingga 18 Oktober mendatang. Perpanjangan PPKM itu didasari oleh jumlah kasus harian Covid-19 di tanah air dan pencapaian vaksinasi Covid-19 di sejumlah daerah.

"Perpanjangan PPKM luar Jawa diusulkan untuk 2 minggu ke depan, yaitu tanggal 5 sampai dengan 18 dengan cakupan adalah 6 kabupaten kota sebelumnya adalah 10 kabupaten kota Yaitu di Kabupaten Pidie, Kabupaten Bangka, Kota Padang, Kota Banjarmasin, Kabupaten Bulungan, dan Kota Tarakan," ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Senin (04/10/2021).

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengungkap, ada perbaikan level PPKM di sejumlah daerah.

Menko Perekonomian ini menjelaskan, PPKM level 3 kini hanya berlaku di 44 kabupaten kota, dari sebelumnya 108 kabupaten kota. Lalu, PPKM level 2 meningkat 292 kabupaten kota, dari sebelumnya 249 kabupaten kota. Kemudian, PPKM level 1 berlaku di 44 kabupaten kota, dari sebelumnya di 18 kabupaten kota.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kemartiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap, PPKM di Jawa-Bali juga di perpanjang. Pada periode ini, kawasan aglomerasi Jabodetabek masih berada di PPKM level 3.

Luhut beralasan, di sejumlah itu daerah masih belum memenuhi target vaksinasi Covid-19. Guna menggenjot pencapaian vaksinasi itu, pemerintah pusat akan mengirim dua juta vaksin ke daerah-daerah tersebut.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ramai Cukai Rokok Mau Naik, Apa Kata Pakar dan DPR?