covid-19

Capaian Vaksinasi Covid-19 Masih Jauh dari Target Nasional

Vaksinasi sangat tergantung, satu, stok atau logistik, kedua adalah layanan kesehatan, ketiga adalah masyarakat.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Okt 2021 15:55 WIB

Capaian vaksinasi Covid-19 masih rendah

Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 di Banda Aceh, Aceh salah satu daerah yang capaian vaksinasinya rendah. Rabu (13/10/2021). (FOTO: ANTARA/Irwansyah)

KBR, Jakarta - Epidemiolog menilai capaian vaksinasi Indonesia masih jauh dari target vaksinasi nasional. Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono menjelaskan, hal itu karena stok vaksin yang dimiliki Indonesia masih belum memenuhi kebutuhan vaksin lengkap untuk 208 juta orang.

Miko memperkirakan, pada akhir tahun, Indonesia hanya bisa mencapai sekitar 60 persen target vaksinasi. 

"Vaksinasi sangat tergantung, satu, stok atau logistik, kedua adalah layanan kesehatan, ketiga adalah masyarakat. Kalau masyarakatnya belum menerima ya pasti stoknya akan berlebih, karena tidak dipakai. Kalau pelayanan kesehatan kalau mati, juga stoknya akan berlebih karena tidak dipakai. Jadi cakupannya akan kurang kalau masyarakatnya tidak menerima," kata Miko kepada KBR, Selasa (19/10/2021).

Selain itu, Miko juga menyoroti masalah stok vaksin yang tidak merata di tanah air. Kata Miko, jumlah stok vaksin di luar pulau Jawa juga tidak mencukupi kebutuhan untuk mencapai kekebalan kelompok. 

"Ya stok yang ada di tingkat nasional aja tidak mencukupi target kita, apalagi kalau stok daerah. Jadi menurut saya walaupun dihabiskan tidak mencukupi semuanya," ungkap Miko.

Maka dari itu, dia mendorong agar pemerintah memerhatikan stok vaksin dengan jumlah kebutuhan. Serta mendistribusikannya secara merata ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Selain itu, Miko juga berharap agar pemerintah belum menyuntikkan dosis vaksin ketiga atau booster kepada pihak yang tidak berhak. Dia beralasan, pemerintah semestinya lebih dahulu memastikan stok dosis vaksin lengkap untuk semua masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada Senin, (18/10/2021), sejumlah daerah yang cakupan vaksinasinya masih rendah, yakni Sematera Barat, Aceh dan Papua. 

Baca juga:

Capaian Vaksinasi di Aceh Masih Terendah

Di lain tempat, Satgas Penanganan Covid-19 Aceh mencatat, Aceh Utara merupakan wilayah dengan cakupan vaksinasi terendah di provinsi tersebut. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani mengungkap, pemberian vaksin dosis I bagi semua kelompok sasaran baru mencapai 16,1 persen atau 73.888 orang dari total sasaran sebanyak 458.608 orang.

Sedangkan vaksinasi dosis II baru disuntikkan kepada 33.832 orang, atau 7,4 persen. Alhasil, daerah itu masih paling rendah cakupan vaksinasinya jika dibandingkan dengan 22 kabupaten/kota lain di Provinsi Aceh.

Saifullah Abdulgani menjelaskan, rendahnya cakupan vaksinasi di Aceh Utara sangat tergantung dari akselerasi Satuan Tugas Penanganan Covid 19.

"Saya pikir sangat tergantung dari akselerasi yang dilakukan oleh Satgas Penanggulangan Covid 19 di Aceh Utara bersama semua stekholder yang berada disana," kata Saifullah Abdulgani kepada KBR, Selasa (19/10/2021).

Lebih jauh Saifullah menjelaskan, Kota Banda Aceh saat ini masih memimpin cakupan vaksinasi Covid-19 di wilayah itu.

Total penduduk Banda Aceh yang telah mendapatkan vaksinasi dosis I sebanyak 145.191 orang, atau 76,3 persen dari total sasaran yang mencapai 190.289 orang. Sedangkan penduduk yang telah menuntaskan vaksinasi dosis II sejumlah 95.316 orang atau 50,1 persen.

Sedangkan data cakupan vaksinasi Covid-19 secara keseluruhan di provinsi Aceh saat ini mencapai 28,1 persen atau 1.130.938 orang dari total sasaran sebanyak 4.028.891. Sementara data vaksnasi dosis II Aceh sebesar 14,3 persen atau 577.153 orang.

"Cakupan vaksinasi Covid-19 Aceh sangat tergantung pada progres vaksinasi yang berjalan seluruh kabupaten/kota. Kita akan segera terus berbenah," ungkap Saifullah kepada KBR, Selasa, (19/10/2021).

Edior: Muthia Kusuma

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?