covid-19

BRIN: Ahli Nuklir di Masa Depan Banyak Dibutuhkan

Para ahli dan tenaga bidang nuklir diprediksi akan semakin dibutuhkan di Indonesia dalam kurun waktu dua puluh tahun mendatang.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 13 Okt 2021 19:26 WIB

Author

Ken Fitriani

nuklir

Plt Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN Agus Sumaryanto di STTN Yogyakarta, Rabu (13/10/2021). (Foto : KBR/Ken Fitriyani)

KBR, Yogyakarta – Para ahli dan tenaga bidang nuklir diprediksi akan semakin dibutuhkan di Indonesia dalam kurun waktu dua puluh tahun mendatang.

Pelaksana tugas Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Agus Sumaryoto mengatakan beberapa negara di penjuru dunia disinyalir mulai berkomitmen terhadap pengurangan emisi karbon dan menggantikannya dengan energi terbarukan, energi termasuk nuklir. Salah satunya Indonesia.

"Ke depan seperti kita ketahui bersama, pemerintah akan sudah mulai mengurangi pembangkit listrik berbasis fosil seperti batu bara, minyak. Harapannya tahun 2060 sudah tidak ada berbasis fosil. Berarti pada saat itu akan banyak menggunakan energi baru dan terbarukan," kata Agus Sumaryanto, usai mewisuda 66 mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Yogyakarta, Rabu (13/10/2021).

Baca juga:

Agus Sumaryanto mengatakan industri nuklir akan semakin berkembang pesat. Penggunaan nuklir tidak hanya terbatas pada PLTN, melainkan juga akan digunakan di sektor lain, misalnya kesehatan dan pertanian.

"Oleh sebab itu sangat penting menyiapkan SDM bidang nuklir yang akan memenuhi kebutuhan tersebut," paparnya.

Agus menambahkan, saat ini peleburan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ke Badan Riset dan Inovasi (BRIN) berujung pada penggantian nama sekolah vokasi tenaga kenukliran.

STTN akan berganti nama menjadi Politeknik Teknologi Nuklir.

“Ini akan memudahkan kerja penelitian karena akan didukung oleh pihak lainnya sehingga tidak terjadi overlapping, “ tandasnya.

Baca juga:

Di tempat yang sama, Plt Deputi Bidang SDM Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Edy Giri Rahman Putra mengatakan saat ini jumlah tenaga professional di bidang nuklir amat kurang.

Menurut Edy, dari 1 juta penduduk hanya terdapat seribu tenaga nuklir professional.

“Kita berharap pada tahun 2040 nanti Indonesia akan memiliki 9-10 ribu tenaga professional di bidang nuklir di setiap satu juta penduduknya, “ pungkasnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung