covid-19

BPOM Dampingi 15 Penelitian Obat Herbal Terapi COVID-19

"Itu adalah potensi yang sedang kita tunggu hasil dari proses pengembangannya."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 13 Okt 2021 15:52 WIB

BPOM Tengah Dampingi 15 Penelitian Obat Herbal Terapi COVID-19

Ilustrasi petugas medis menyiapkan obat untuk pasien COVID-19. Foto: ANTARA/Reuters

KBR, Jakarta- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah medampingi belasan penelitian obat herbal yang dapat digunakan untuk tambahan terapi COVID-19.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan penelitian obat dari bahan alam dihasilkan dari biodiversitas yang tersebar di seluruh penjuru nusantara.

"Kita menjalani masa pandemi COVID-19 ini dan temuan obat berbahan alam menjadi prioritas dari berbagai penelitian yang dilakukan untuk penanganan COVID-19. BPOM saat ini tengah mendampingi 15 pengujian obat herbal atau obat berbahan alam sebagai tambahan dari terapi COVID-19 dengan progres yang beragam dari setiap penelitian ini," kata Penny dalam webinar Peluang Pengembangan Obat Bahan Alam menuju Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka Inovatif di Kanal Youtube Direktorat Registrasi OT, SK, dan Kos Badan POM, Rabu (13/10/2021).

Baca juga:

Kepala BPOM Penny Lukito menuturkan dari 15 penelitian tersebut, statusnya kini beragam. Kata dia, saat ini dua penelitian berstatus selesai uji klinik dan berproses untuk registrasi, tujuh penelitian berstatus proses penelitian yang sedang berlangsung. Kemudian, dua penelitian masih dalam pendampingan penyusunan protokol uji klinik, dan empat penelitian dalam proses tahapan uji praklinik.

"Itu adalah potensi yang sedang kita tunggu hasil dari proses pengembangannya," tuturnya.

Penny menambahkan, di luar 15 penelitian khusus obat herbal terapi COVID-19, juga terdapat 68 penelitian lain yang sedang didampingi BPOM.

Hal tersebut, kata dia, merupakan dukungan BPOM dalam menjaga kualitas hilirisasi pengembangan obat bahan alam dari suatu hasil penelitian.

"BPOM secara intensif melakukan dukungan mulai dari hulu pada tahap penelitian hingga pendampingan kepada para peneliti dan pelaku usaha pada saat pengembangan hilirisasi produk obat," pungkasnya.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung