covid-19

Belum Ada Penerbangan Internasional ke Bali. Apa Tanggapan Menparekraf?

Pembukaan pariwisata di Bali akan dievaluasi tiap minggu.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 26 Okt 2021 18:53 WIB

Belum Ada Penerbangan Internasional ke Bali. Apa Tanggapan Menparekraf?

Ilustrasi Wisata Budaya Bali.

KBR, Jakarta- Pemerintah mengklaim masih menyempurnakan sejumlah regulasi dan integrasi data terkait pembukaan turis mancanegara ke Bali dan Kepulauan Riau. Padahal pembukaan bandara di Bali untuk turis asing sudah dilakukan sejak 14 Oktober 2021.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan sejauh ini belum ada penerbangan internasional ke Bali. Namun, dia mengklaim sudah ada permintaan dari sejumlah negara terkait pengurusan karantina dan asuransi. 

"Di Minggu kedua monev dibuka 14 Oktober, penyempurnaan regulasi terkait entry point ke bandara Bali dan Kepri ini terus kita tingkatkan. Sinkronisasi data hotel, karantina, melibatkan semua pihak, termasuk Kantor Pelabuhan Kesehatan Bali, Kemenkes, Bali Tourism Board, juga pembahasan kembali dengan Kemenko Marves tentang asuransi agar terjadi sinkronisasi," kata Sandi dalam konferensi pers, Senin (25/10/2021).

Menparekraf Sandiaga Uno menambahkan, pembukaan pariwisata di Bali akan dievaluasi tiap minggu. Sebab, ia tak ingin Bali menjadi lokasi sumber penularan Covid-19 usai pembukaan wisata. Apalagi Bali akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, tahun depan.

Selain penyempurnaan regulasi wisata, Kemenparekraf juga tengah gencar membuka promosi ke beberapa negara, melalui kerja sama biro perjalanan.

"Kami menggandeng biro perjalanan wisata yang ada di 19 negara dan melalui media kami sendiri Kemenparekraf maupun kampanye hastag it's time for Bali kami juga sudah men-trigger aplikasi dari perwakilan Indonesia di luar negeri untuk mendorong industri pariwisata khususnya Bali amplifikasi kampanye is time for Bali di channel distribusi masing-masing," ujar Sandi.


Baca juga:

Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran di Kemenparekraf Nia Niscaya mengklaim ada sejumlah negara yang mulai mengajukan diskusi mengenai pembukaan Bali. Salah satunya Australia, yang melobi agar masa karantina dikurangi dari lima menjadi dua hari. Kata dia, banyak negara yang justru menunggu kemungkinan adanya fleksibilitas syarat pembukaan Bali.


Editor: Dwi Reinjani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?