Wawancara Khusus: Gubernur Ridwan Kamil Gunakan Sense of Hope untuk Atasi Pandemi Covid-19

"Kalau saya hanya bilang ‘mari disiplin’ itu hanya kalimat perintah. Saya gabungkan dengan sense of hope. Kita jauhkan potensi jadi korban"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 22 Okt 2020 10:05 WIB

Author

Citra Prastuti, Agus Lukman

Wawancara Khusus: Gubernur Ridwan Kamil Gunakan Sense of Hope untuk Atasi Pandemi Covid-19

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (KBR/Citra DP)

KBR, Jakarta- Pemerintah provinsi Jawa Barat menyiapkan anggaran bagi tokoh agama dan masyarakat untuk mengkampanyekan disiplin protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Covid-19. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, berdasarkan survei masyarakat di daerahnya lebih percaya tokoh-tokoh itu daripada pemengaruh di dunia maya.

"Sudah kita lakukan survei. Hasil survei mereka mendengar tokoh agama, tokoh masyarakat. Mereka tidak terlalu percaya influencer digital. Jadi buzzer-buzzer kurang dipercayai. Entah kenapa?" ujar Ridwan saat diwawancarai KBR, Rabu (21/10) malam.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, masyarakat terbagi ada yang tidak percaya dan menganggap Covid sebagai konspirasi. Kemudian percaya tapi tidak mau beradaptasi, dan sudah percaya dan beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Kata dia, pemprov berusaha agar lebih banyak lagi yang masuk ke kelompok sudah percaya dan beradaptasi dengan perilaku sehat.

"Saya kasih sense of hope berupa vaksin. Tapi sebenernya kita bisa mengurangi potensi tertulari atau jadi korban kalau kita disiplin. Slogan saya sekarang di mana-mana, mari disiplin sambil tunggu vaksin. Kalau saya hanya bilang ‘mari disiplin’ itu hanya kalimat perintah. Saya gabungkan dengan sense of hope. Kita jauhkan potensi jadi korban: mari disiplin sambil menunggu vaksin. Mudah-mudahan dengan diberi iming-iming solusi, maka tingkat kedisiplinan semakin semangat. Mau sampai kapan? Apa solusinya? Dulu saya tidak ada jawaban. Dengan saya jadi relawan vaksin, saya bisa kasih jawaban. Solusi sudah dekat, vaksin sudah dekat. Disiplinnya: masker, berjauhan jaga jarak dan cuci tangan," urai Kang Emil yang sudah dua kali menjalani suntik uji klinis fase tiga kandidat vaksin buatan Sinovac, Cina.

Gubernur Jabar mengatakan, langkah selanjutnya adalah penegakan hukum. Kata dia, sudah lebih ratusan juta didapat dari pelanggaran tidak pakai masker, hotel, restoran, tempat wisata yang melangar protokol.

"Dulu ada acara sunatan, mengundang konser, termasuk Pilkada juga. Pilkada ini hasilnya kurang menggembirakan karena calonnya kurang peduli. Saya akan lakukan evaluasi untuk mengingatkan lagi dampak dari pelanggaran protokol. Susah, karena di Pilkada kan pengen dikenal, bikin acara rame-rame, tiba-tiba tidak bisa, lalu berharap hanya pasif. Sehingga mereka banyak tidak nyaman. Tapi itulah risiko," kata dia.

Kang Emil mengatakan banyak kebijakan yang diputuskan pusat yang berdampak pada daerah.

"Banyak dinamika kalau lakukan hal-hal fundamental di pandemik. Pilkada diputuskan di saat pandemik, begitu juga Omnibus Law. Kita memanen, dinamika di daerah. Entah kapan ini berlangsung. Kan ini merusak kampanye 3M. Kan susah nerangin ke orang yang demo untuk jaga jarak. Bayangkan jadi saya, harus olah semua situasi ini sambil bilang ‘terkendali’ atau tidak dan seterusnya." keluh Ridwan Kamil.


Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk
bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7